berikut yang termasuk dalam tindakan kuantitatif adalah
4 Langkah berikut ini yang tidak termasuk dalam tindakan yang dapat diambil dalam memberantas dari berbagai kasus HAM adalah.. a. Menghukum orang dalam melanggar hak asasi manusia b. Penyebaran prinsip-prinsip HAM pada publik c. Kontrol lebih besar pada semua upaya dalam pemerintah yang melindungi hak asasi manusia pada politik d.
Ilustrasi Menulis. Credit Jakarta Mengenal metode penelitian kuantitatif adalah melibatkan pengumpulan dan analisis data numerik dengan kontrol variabel. Hill Way dalam bukunya Introduction to Research, menjelaskan metode penelitian adalah studi mendalam dan penuh dengan kehati-hatian dari segala fakta. Apa saja macam-macam metode penelitian kuantitatif? Macam-macam metode penelitian kuantitatif yang paling umum dan sering digunakan adalah korelasi, deskriptif, kasual komparatif, komparatif, eksperimen, survei, dan inferensial. Keberadaan macam-macam metode penelitian kuantitatif tersebut digunakan untuk menguji atau mengonfirmasi teori atau asumsi dengan studi mendalam. Sekian banyak macam-macam metode penelitian kuantitatif, ekspresi studi yang dilakukan tak jauh berbeda. Metode penelitian kuantitatif adalah diekspresikan dengan angka dan grafik. Dicatat dengan angka dan dilengkapi pertanyaan tertutup. Berikut ulas macam-macam metode penelitian kuantitatif dan penjelasannya, Rabu 10/11/2021.Sejumlah peneliti WHO berada di Wuhan China. Mereka akan lakukan investigasi terkait asal-usul Covid-19 di daerah laptop Burst dari Pexels1. Korelasi Metode Korelasional merupakan salah satu dari macam-macam metode penelitian kuantitatif yang digunakan dalam evaluasi. Terutama untuk mendeteksi sejauh mana variasi pada suatu faktor berkaitan dengan variasi pada satu atau lebih faktor lain berdasarkan koefesian korelasi. Macam-macam metode penelitian kuantitatif seperti korelasional adalah penelitian dengan tujuan untuk mendeteksi tingkat kaitan variasi-variasi yang ada dalam suatu faktor dengan variasi-variasi dalam faktor yang lain dengan berdasarkan pada koefisien korelasi. 2. Deskriptif Metode deskriptif merupakan salah satu macam-macam metode penelitian kuantitatif dengan suatu rumusan masalah yang memadu penelitian untuk mengeksplorasi atau memotret situasi sosial yang akan diteliti secara menyeluruh, luas, dan mendalam. Macam-macam metode penelitian kuantitatif seperti deskriptif ini bertujuan untuk melukiskan secara sistematis fakta atau karakteristik populasi tertentu atau bidang tertentu secara faktual dan cermat. 3. Kausal Komparatif Metode penelitian kausal komparatif merupakan salah satu dari macam-macam metode penelitian kuantitatif. Nama populer dari macam-macam metode penelitian kuantitatif ini adalah ex-post facto. Metode Kausal komperatif digunakan dalam evaluasi untuk mengetahui kemungkinan hubungan sebab-akibat. Proses dari macam-macam metode penelitian kuantitatif seperti kasual komparatif adalah dengan pengamatan terhadap akibat yang ada dengan mencari faktor-faktor penyebabnya. Melibatkan kegiatan peneliti yang diawali dari mengidentifikasi pengaruh variabel satu terhadap variabel lainnya, kemudian mencari kemungkinan variabel penyebabnya. 4. Komparatif Macam-macam metode penelitian kuantitatif seperti yang komparatif berfungsi membandingkan dua perlakuan atau lebih dari suatu variable, atau beberapa variabel sekaligus. Tujuan macam-macam metode penelitian kuantitatif seperti komparatif ini untuk melihat perbedaan dua atau lebih situasi, peristiwa, kegiatan, atau program. Perbandingan yang dilihat dari bagaimana seluruh unsur dalam komponen penelitian terkait antara satu sama lain. Perhitungan yang digunakan macam-macam metode penelitian kuantitatif seperti komparatif adalah berupa persamaan dan perbedaan dalam perencanaan, pelaksanaan, serta faktor pendukung hasil. Bagaimana unsur pembentuk hasil penelitian dapat menjadi latar belakang dari hasil penelitian Metode Penelitian Kuantitatif SelanjutnyaIlustrasi laptop Burst dari Pexels5. Eksperimen Metode penelitian eksperimen merupakan salah satu dari macam-macam metode penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif ini dilakukan untuk menguji efektif atau tidaknya variabel eksperimen. Penelitian eksperimen biasanya lebih banyak digunakan dalam bidang eksak. Ada dua jenis penelitian eksperimen, semu dan sungguhan. Metode eksperimen semu digunakan dalam evaluasi untuk memperoleh informasi yang merupakan perkiraan yang dapat diperoleh data sebenarnya. Macam-macam metode penelitian kuantitatif seperti eksperimen ini biasanya digunakan dalam kondisi yang tidak memungkinkan untuk mengontrol dan/atau memanipulasikan variable yang relevan. Sementara metode eksperimen sungguhan digunakan dalam evaluasi untuk mengkaji kemungkinan saling hubungan sebab-akibat. Ini dilakukan dengan cara mengenakan satu atau lebih kondisi perlakuan kepada satu atau lebih kelompok eksperimen serta membandingkan hasilnya dengan satu atau lebih kelompok kontrol yang tidak dikenai kondisi perlakuan. 6. Survei Metode Survei digunakan dalam evaluasi untuk membuat pencanderaan secara sistematis, faktual, dan akurat terhadap fakta-fakta serta sifat-sifat populasi atau daerah tertentu. Macam-macam metode penelitian kuantitatif seperti survei digunakan untuk memperoleh atau mengumpulkan data informasi tentang populasi yang besar. Biasanya menggunakan sampel yang relatif lebih kecil. Macam-macam metode penelitian kuantitatif seperti survei digunakan untuk memecahkan masalah-masalah isu skala besar yang aktual dengan populasi sangat besar, sehingga diperlukan sampel ukuran besar. Dalam penelitian survei informasi dikumpulkan dari responden dengan menggunakan kuesioner. 7. Inferensial Inferensial merupakan salah satu macam-macam metode penelitian kuantitatif yang melakukan analisis hubungan antar variable dengan pengujian hipotesis. Maka, kesimpulan penelitian jauh melampaui sajian data kuantitatif saja. Dalam penelitian inferensial dapat membahas tentang besarnya peluang kesalahan dalam pengambilan Penelitian KuantitatifIlustrasi laptop Vlada Karpovich dari Pexels1. Manfaat Teoretis Manfaat teoretis merupakan manfaat yang berhubungan dengan pengembangan ilmu, dalam hal ini adalah ilmu linguistik. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat berguna dalam pengembangan ilmu bahasa, khususnya dalam bidang pragmatik. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan tambahan ilmu pengetahuan mengenai studi tentang pelanggaran prinsip kesantunan dan implikatur percakapan berdasarkan pelanggaran prinsip kesantunan khususnya dalam tuturan yang bersifat komedi. 2. Manfaat Praktis Manfaat praktis merupakan manfaat yang dapat diambil dari penelitian ini oleh peneliti itu sendiri dan pembaca. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi kepada pembaca mengenai pemahaman terhadap percakapan di dalam komik berbahasa Jawa ngapak, terutama dalam memahami prinsip kesantunan dan implikatur percakapan berdasarkan pelanggaran prinsip kesantunan dalam komik Banyumasan. Dengan cara menganalisis secara langsung tuturan yang ada di dalam komik tersebut. Selain itu, penelitian ini dapat bermanfaat sebagai acuan untuk penelitian selanjutnya. * Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.
Pertanyaan Jelaskan termasuk data kualitatif atau data kuantitatif pernyataan berikut ini: Nilai rata-rata ujian mata pelajaran kimia dari suatu sekolah adalah 9,05 dan merupakan nilai rata-rata tertinggi dari semua mata pelajaran yang diujikan. Para siswa menganggap bahwa pelajaran kimia merupakan mata pelajaran yang mudah.
- Menurut KBBI, kualitatif adalah sebuah tindakan berdasarkan mutu. Penelitian kualitatif menurut Kemdikbud menekankan pada sisi kualitas umum, dalam kegiatan penelitian ilmiah, ada dua pendekatan yang kerap digunakan yaitu metode kuantitatif dan kualitatif. Dalam penelitian kuantitatif, riset menggunakan data mentah berupa angka yang kemudian diolah menggunakan statistika, dan kemudian diambil kesimpulan dari hipotesis. Salah satu contoh teknik pengumpulan data untuk riset kuantitatif adalah penelitian kualitatif menekankan pada sisi kualitas pada entitas yang diteliti. Mengutip keterangan di laman Kemdikbud, pendekatan kualitatif berperspektif dari perspektif emik ialah, pendekatan penelitian kualitatif memanfaatkan data berbentuk narasi, cerita detail, ungkapan dan bahasa asli hasil konstruksi dari responden atau informan. Data itu dapat diperoleh dari teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam dan Penelitian Kualitatif Berdasarkan Modul Rancangan Penelitian 2019 yang diterbitkan Ristekdikti, penelitian kualitatif bisa dipahami sebagai prosedur riset yang memanfaatkan data deskriptif, berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan pelaku yang dapat kualitatif dilakukan untuk menjelaskan dan menganalisis fenomena, peristiwa, dinamika sosial, sikap kepercayaan, dan persepsi seseorang atau kelompok terhadap sesuatu. Maka, proses penelitian kualitatif dimulai dengan menyusun asumsi dasar dan aturan berpikir yang akan digunakan dalam penelitian. Data yang dikumpulkan dalam riset kemudian ditafsirkan. Di penelitian kualitatif, seperti halnya penelitian bidang sosiologi, akan mengungkap makna sosial dari fenomena yang didapatkan melalui subjek penelitian. Subjek ini biasanya didapatkan dari para partisipan atau responden. Dengan begitu, nantinya peneliti bakal berusaha menjawab bagaimana pengalaman sosio-kultural manusia dibentuk lalu memberinya makna. Infografik SC Tahapan Penelitian Kualitatif. Objek penelitian kualitatif meliputi seluruh aspek atau bidang kehidupan manusia, yaitu manusia dan segala sesuatu yang dipengaruhi olehnya. Penelitian kualitatif tidak secepat riset kuantitatif dalam penganalisisan data. Pada riset kuantitatif, data mentahnya langsung siap diolah. Tapi, data di riset kualitatif, memerlukan proses sistematis yang lebih mendalam. Contoh riset kuantitatif, misalnya, penelitian guna menjawab masalah kenapa sebagian masyarakat yang tinggal di lereng gunung berapi, enggan diungsikan saat gunung meletus. Riset kualitatif akan menjawab persoalan tersebut serta mendalami makna "gunung," "bencana," hingga "kehidupan" dan aspek lainnya dari warga yang memilih tidak mengungsi. Analisis di Penelitian Kualitatif Analisis data di penelitian kualitatif dimaknai sebagai upaya mencari dan menata secara sistematis catatan hasil observasi, wawancara, dan lainnya untuk meningkatkan pemahaman peneliti tentang kasus yang diteliti dan menyajikannya sebagai temuan. Untuk mendapat pemahaman itu, analisis perlu dilanjutkan dengan berupaya mencari makna. Dalam artikel "Analisis Data Kualitatif" karya Ahmad Rijali yang terbit di Jurnal Alhadharah Volume 17 2018 terbitan UIN Antasari, dijelaskan bahwa dalam riset kualitatif, ada empat tahapan yang saling berhubungan satu dengan yang lain. Secara berurutan, analisis data dalam riset kualitatif dimulai dari tahap pengumpulan data, reduksi dan kategorisasi data, displai data, dan penarikan kesimpulan. Analisis data kualitatif menyatu di aktivitas pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penyimpulan hasil penelitian. Adapun penjelasan mengenai empat tahapan dalam penelitian kualitatif adalah sebagai Pengumpulan data Proses pengumpulan data di riset kualitatif dapat dilakukan dengan berbagai cara yang didapatkan dengan terjun langsung ke lapangan. Caranya bisa melalui pengamatan atau observasi, kuesioner, wawancara mendalam dengan objek penelitian, pengkajian dokumen, hingga fokus discussion group. 2. Reduksi data dan kategorisasi data Dalam tahap ini, data-data mentah akan disaring. Peneliti memilih data mana saja yang paling relevan untuk dipakai dalam mendukung penelitian. Data kualitatif bisa diperoleh dari wawancara dan observasi. Sehingga, pemilahan diperlukan untuk memudahkan kategorisasi data. Jadi, data yang telah disaring akan dikategorikan sesuai kebutuhan. Misalnya, dalam penelitian, data dibagi berdasarkan kategori informan atau lokasi penelitian. 3. Displai data Usai data direduksi dan dikategorisasi, selanjutnya masuk ke displai data. Dalam tahapan proses itu, peneliti merancang deretan dan kolom sebuah metriks data kualitatif, dan menenukan jenis maupun bentuk data yang akan dimasukkan di kotak-kotak metriks itu. Contohnya, yaitu data disajikan dengan naratif, bagan, flow chart, diagram, dan sebagainya. Data disusun menjadi lebih mudah dibaca. 4. Penarikan kesimpulan Setelah tiga proses tersebut terlampaui, maka langkah terakhir adalah mengambil kesimpulan. Isi kesimpulan harus mencakup semua informasi penting yang ditemukan dalam penelitian. Bahasa yang dipakai untuk memaparkan kesimpulan juga mesti mudah dipahami tanpa berbelit-belit. - Sosial Budaya Kontributor Ilham Choirul AnwarPenulis Ilham Choirul AnwarEditor Addi M Idhom
Disini, tanggal lahir dan kode pos sekolah memiliki nilai kuantitatif, tetapi tidak memberikan arti numerik. Yang termasuk dalam kategori data kualitatif adalah Nominal dan Ordinal. Simak terus untuk pembagian jenis data statistik ini. 2. Data Kuantitatif. Data kuantitatif dikenal juga sebagai data numerik.
Metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, yang digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrument penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistic dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan Metode Penelitian Filosofis Penelitian Kuantitatif Penelitian kuantitatif merupakan pendekatan penelitian yang mewakili paham positivisme, sementara itu penelitian kualitatif merupakan pendekatan penelitian yang mewakili paham naturalistik fenomenologis. Untuk lebih memahami landasan filosofis paham positivisme tersebut, berikut ini akan diuraikan secara ringkas aliran faham tersebut. Positivisme Positivisme merupakan aliran filsafat yang dinisbahkan/ bersumber dari pemikiran Auguste Comte seorang folosof yang lahir di Montpellier Perancis pada tahun 1798, ia seorang yang sangat miskin, hidupnya banyak mengandalkan sumbangan dari murid dan teman-temannya antara lain dari folosof inggeris John Stuart Mill juga seorang akhli ekonomi, ia meninggal pada tahun 1857. meskipun demikian pemikiran-pemikirannya cukup berpengaruh yang dituangkan dalam tulisan-tulisannya antara lain Cours de Philosophie Positive Kursus filsafat positif dan Systeme de Politique Positive Sistem politik positif. Salah satu buah pikirannya yang sangat penting dan berpengaruh adalah tentang tiga tahapan/tingkatan cara berpikir manusia dalam berhadapan dengan alam semesta yaitu tingkatan Teologi, tingkatan Metafisik, dan tingkatan Positif Tingkatan Teologi Etat Theologique. Pada tingkatan ini manusia belum bisa memahami hal-hal yang berkaitan dengan sebab akibat. Segala kejadian dialam semesta merupakan akibat dari suatu perbuatan Tuhan dan manusia hanya bersifat pasrah, dan yang dapat dilakukan adalah memohon pada Tuhan agar dijauhkan dari berbagai bencana. Tahapan ini terdiri dari tiga tahapan lagi yang berevolusi yakni dari tahap animisme, tahap politeisme, sampai dengan tahap monoteisme. Tingkatan Metafisik Etat Metaphisique. Pada dasarnya tingkatan ini merupakan suatu variasi dari cara berfikir teologis, dimana Tuhan atau Dewa-dewa diganti dengan kekuatan-kekuatan abstrak misalnya dengan istilah kekuatan alam. Dalam tahapan ini manusia mulai menemukan keberanian dan merasa bahwa kekuatan yang menimbulkan bencana dapat dicegah dengan memberikan berbagai sajian-sajian sebagai penolak bala/bencana. Tingkatan Positif Etat Positive. Pada tahapan ini manusia sudah menemukan pengetahuan yang cukup untuk menguasai alam. Jika pada tahapan pertama manusia selalu dihinggapi rasa khawatir berhadapan dengan alam semesta, pada tahap kedua manusia mencoba mempengaruhi kekuatan yang mengatur alam semesta, maka pada tahapan positif manusia lebih percaya diri, dengan ditemukannya hukum-hukum alam, dengan bekal itu manusia mampu menundukan/mengatur pernyataan ini mengindikasikan adanya pemisahan antara subyek yang mengetahui dengan obyek yang diketahui alam serta memanfaatkannya untuk kepentingan manusia, tahapan ini merupakan tahapan dimana manusia dalam hidupnya lebih mengandalkan pada ilmu pengetahuan. Dengan memperhatikan tahapan-tahapan seperti dikemukakan di atas nampak bahwa istilah positivisme mengacu pada tahapan ketiga tahapan positif/pengetahuan positif dari pemikiran Comte. Tahapan positif merupakan tahapan tertinggi, ini berarti dua tahapan sebelumnya merupakan tahapan yang rendah dan primitif, oleh karena itu filsafat Positivisme merupakan filsafat yang anti metafisik, hanya fakta-fakta saja yang dapat diterima. Segala sesuatu yang bukan fakta atau gejala fenomin tidak mempunyai arti, oleh karena itu yang penting dan punya arti hanya satu yaitu mengetahui fakta/gejala agar siap bertindak savoir pour prevoir. Manusia harus menyelidiki dan mengkaji berbagai gejala yang terjadi beserta hubungan-hubungannya diantara gejala-gejala tersebut agar dapat meramalkan apa yang akan terjadi, Comte menyebut hubungan-hubungan tersebut dengan konsep-konsep dan hukum-hukum yang bersifat positif dalam arti berguna untuk diketahui karena benar-benar nyata bukan bersifat spekulasi seperti dalam metafisika. Filosofi penelitian kuantitatif dikembangkan oleh filsafat positivisme dapat dijelaskan dari unsur-unsur dalam filsafat secara umum, yaitu ontologi, epistimologi, dan aksiologi yang pengembangan setiap unsur disesuaikan dengan karakteristik ilmu masing-masing. Ontologi merupakan unsur dalam pengembangan filsafat sebagai ilmu yang membicarakan tentang objek atau materi kajian suatu ilmu. Dalam hal ini, secara ontologis, penelitian kuantitatif hanya akan meneliti semua sasaran penelitian yang berada dalam kawasan dunia empiris. Epistimologi merupakan unsur dalam pengembangan ilmu filsafat yang membicarakan bagaimana metode yang ditempuh dalam memperoleh kebenaran pengetahuan. Epistimologi yang dikembangkan dalam penelitian adalah bagaimana cara untuk menemukan kebenaran yang koheren atau konsisten. Aksiologi membicarakan tentang sistem nilai suatu ilmu secara filosofis. Dalam hal ini, penelitian kuantitatif menjunjung tinggi nilai keilmuan yang objektif yang berlaku secara umum dan mengesampingkan hal-hal yang bersifat spesifik. Diagram di bawah ini mengilustrasikan pengembangan filsafat positivisme dalam metode penelitian kuantitatif. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan √ Penelitian Sosial Pengertian, Definisi, Metode, Tujuan, Ciri Dan Unsurnya Karakteristik Penelitian Kuantitatif Konsep Dasar Penelitian Kuantitatif Pemahaman konsep dasar penelitian kuantitatif tidak bisa dipahami dari satu aspek tertentu, melainkan harus ditinjau dari beberapa aspek. Bambang Prasetya dan Lina Miftakhuljannah 2005, mengidentifikasikan konsep dasar penelitian kuantitatif digunakan beberapa konsep, yaitu pendekatan, metode, data, dan analisis Keempat konsep di atas mengandung maksud secara konsisten dan saling melengkapi dalam memahami konsep dasar penelitian kuantitatif. Oleh karena itu, konsep dasar penelitian dapat difahami dari beberapa aspek. Pendekatan Pendekatan approach dimaksudkan suatu strategi memecahkan permasalahan yang melibatkan berbagai komponen yang rumit. Dalam keilmuan termasuk penelitian sering digunakan istilah paradigma paradigme. Paradigma yang digunakan dalam penelitian kuantitatif adalah pola berpikir positivistis, merupakan kerangka berpikir secara rasional-hipotesis-empiris. Pencarian bukti empiris melalui pengamatan dijadikan andalan pemecahan masalah, karena merupakan hasil penelitian merupakan kunci kebenaran pengetahuan. Metode Kuantitatif Metode disini menunjuk pada prosedur yang lebih bersifat teknis untuk penelitian kuantitatif. Bagaimana cara menjabarkan karakteristik variable dan menemukan keterkaitan antar variable penelitian. Data Kuantitatif Hasil pengamatan fakta empiri dinyatakan dalam ukuran kuantitatif berupa bilangan, dengan digunakan prinsip dasar matematik menambah, mengurangi, mengkalikan, membagi dsb. Kemudian dilanjutkan dengan teknik statistic untuk memperoleh satuan-satuan statistic yang diperlukan. Analisis Kuantitatif Analisa Kuantitatif merupakan pengolahan data dengan digunakan metoda dapat dibedakan antara statistik deskriptf dan statistik inferensial. Asumsi Penelitian Kuantitatif Asumsi Ontologis Ontologis menunjuk pada obyek ilmu baik materiil maupun formil. Asumsi Epistimologis Epistimologis dimaksudkan metode yang digunakan suatu ilmu dalam upaya memperoleh pengetahuan yang benar sebagai khasanah ilmu yang bersangkutan. Asumsi Aksiologis Aksiologis dimaksudkan nilai valueatau kemanfaatan ilmu dalam kehidupan manusia. Asumsi Hakekat Manusia Asumsi hakekat manusia pada prinsipnya manusia diatur oleh pola universal, sehingga karakteristik dan subyektivitas individu tidak diperhatikan. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan Metode Penelitian Hukum – Pengertian, Macam, Normatif, Empiris, Pendekatan, Data, Analisa, Para Ahli Jenis Metode Penelitian Kuantitatif Experimental Research Penelitian Eksperimen Penelitan Korelasi Correlation Research Penelitian Komparasi Causal-Comparative Design Penelitian Survey Survey Research Design Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan Pengertian Penelitian – Ciri, Sikap, Syarat, Tujuan, Macam, Jenis, Para Ahli Penerapan Penelitian Kuantitatif 1. Kapan Metode Kuantitatif Digunakan Metode kuantitaf yang dimaksud dalam makalah ini adalah metode survey dan eksperimen. Metode kuantitatif digunakan apabila Bila masalah yang merupakan titik tolak penelitian sudah jelas. Masalah adalah merupakan penyimpangan antara yang seharusnya dengan yang terjadi, antara aturan dengan pelaksanaan, antara teori dengan praktek, antara rencana dengan pelaksanaan. Bila peneliti ingin mendapatkan informasi yang luas dari suatu populasi. Bila ingin diketahui pengaruh perlakuan/treatment tertentu terhadap yang lain. Bila peneliti bermaksud menguji hipotesis penelitiannya. Bila peneliti ingin mendapatkan data yang akurat, berdasarkan fenomena yang empiris dan dapat diukur. Bila ingin menguji terhadap adanya keragu-raguan tentang validitas pengetahuan, teori dan produk tertentu. 2. Kompetensi Peneliti Kuantitatif Memiliki wawasan yang luas dan mendalam tentang bidang pendidikan yang akan diteliti. Mampu melakukan analisis masalah secara akurat sehingga dapat ditemukan masalah penelitian pendidikan yang betul-betul masalah. Mampu menggunakan teori pendidikan yang tepat sehingga dapat digunakan untuk memperjelas masalah yang diteliti, dan merumuskan hipotesis penelitian. Memahami berbagai jenis metode penelitian kuantitatif, seperti metode survey, ekperimen, action research, expost facto, evaluasi dan R&D. Memahami teknik-teknik sampling, seperti probabiliti sampling dan nonprobabiliti sampling, dan mampu menghitung dan memilih jumlah sampel yang representatif dengan sampling error tertentu. Mampu menyusun instrumen baik tes maupun non tes untuk mengukur berbagai variabel yang diteliti, mampu menguji validitas dan reliabilitas instrumen. Mampu mengumpulkan data dengan kuesioner, maupun dengan wawancara observasi, dan dokumentasi. h. Bila pengumpulan data dilakukan oleh tim, maka harus mampu mengorganisasikan tim peneliti dengan baik. Mampu menyajikan data, menganalisis data secara kuantitatif untuk menjawab rumusan masalah dan menguji hipotesis penelitian yang telah dirumuskan. Mampu memberikan interpretasi terhadap data hasil penelitian maupun hasil pengujian hipotesis. k. Mampu membuat laporan secara sistematis, dan menyampaikan hasil penelitian ke pihak-pihak yang terkait. Mampu membuat abstraksi hasil penelitian, dan membuat artikel untuk dimuat ke dalam jurnal ilmiah. m. Mampu mengkomunikasikan hasil penelitian kepada masyarakat luas. 3. Proses Penelitian Kuantitatif Penelitian kuantitatif bertolak darii studi pendahuluan dari objek yang diteliti preliminary study untuk mendapatkan yang betul-betul masalah. Masalah tidak dapat diperoleh dari belakang meja, oleh karena itu harus digali melalui studi pendahuluan melalui fakta-fakta empiris. Supaya peneliti dapat menggali masalah dengan baik, maka peneliti harus menguasai teori melalui mmbaca berbagai referensi. Selanjutnya supaya masalah dapat dijawab maka dengan baik masalah tersebut dirumuskan secara spesifik, dan pada umumnya dibuat dalam bentuk kalimat tanya. Untuk menjawab rumusan masalah yang sifatnya sementara berhipotesis maka, peneliti dapat membaca referensiteoritis yang relevan dengan masalah dan berfikir. Selain itu penemuan penelitian sebelumnya yang relevan juga dapat digunakan sebagai bahan untuk memberikan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian hipotesis. Jadi kalau jawaban terhadap rumusan masalah yang baru didasarkan pada teori dan didukung oleh penelitian yang relevan, tetapi belum ada pembuktian secara empiris faktual maka jawaban itu disebut hipotesis. Untuk menguji hipotesis tersebut penelitian dapat memilih metode/ strategi/ pendekatan/ desain penelitian yang sesuai. Pertimbangan ideal untuk memilih metode itu adalah tingkat ketelitian data yang diharapkan dan konsisten yang dikehendaki. Sedangkan pertimbangan praktis, adalah tersedianya dana, waktu, dan kemudahan yang lainnya. Dalam penelitian kuantitatif metode yang dapat digunakan adalah metode survei, expost facto, eksperimen, evaluasi, action research, policy research selain metode naturalistik dan sejarah. Instrumen yang digunakan sebagai alat pengumpul data dapat berbentuk tes, angket/ kuesioner, untuk pedoman waawancara atau observasi. Sebelum instrumen digunakan untuk pengumpulan data, maka instrumen penelitian harus terlebih dahulu diuji validitas dan realibilitasnya. Pengumpulan data dilakukan pada objek tertentu, baik yang berbentuk populasi maupun sampel. Bila peneliti ingin membuat generalisasi terhadap penemuannya maka sampel yang diambil harus representatif mewakili. Setelah data terkumpul, maka selanjutnya dianalisis untuk menjawab rumusan masalah dan menguji hipotesis yang diajukan dengan teknik statistik tertentu. Berdasarkan analisis ini apakah hipotesis yang diajukan ditolak atau diterima atau apakah penemuan itu sesuai dengan hipotesis yang diajukan atau tidak. Kesimpulan adalah langkah terakhir dari suatu periode penelitian yang berupa jawaban terhadap rumusan masalah. Berdasarkan proses penelitian kuantitatif di atas maka tampak bahwa proses penelitian kuantitatif bersifat linier, di mana langkah-langkahnya jelas, mulai dari rumusan masalah, berteori, berhipotesis, mengumpulkan data, analisis data, dan membuat kesimpulan dan saran. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan Perbedaan Kualitatif Kuantitatif – Pengertian, pendekatan, jenis, Penelitian, Desain Perbandingan Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif Metode kuantitatif dinamakan metode tradisional karena metode ini sudah cukup lama digunakan sehingga sudah mentradisi sebagai metode penelitian. Metode kuantitatif sebagai metode ilmiah karena memiliki kaidah – kaidah ilmiah yaitu empiris, obyektif, terukur, rasional dan sistematis. Metode kuantitatif juga disebut metode discovery karena dengan menggunakan metode ini ditemukan dan dikembangkan metode baru. Sedangkan disebut kuantitatif karena data penelitian berupa angka – angka dan analisis menggunakan statistik. Penggunaan metode kuantitatif tidak dapat dilepaskan dari pemikiran positivisme. Keyakinan dasar dari paradigma positivisme berakar pada paham ontologi realisme yang menyatakan bahwa realitas berada exist dalam kenyataan dan berjalan sesuai dengan hukum alam natural law. Penelitian berupaya mengungkap kebenaran relitas yang ada, dan bagaimana realitas tersebut senyatanya berjalan. Fry 1981, dalam Ahmad Sonhadji, et al, 1996 membedakan perbandingan antara paradigma penenelitian kualitatif dan kuantitatif , seperti dapat dilihat dalam Tabel berikut. Tabel Perbandingan paradigma kualitatif dan kualitatif Paradigma Kualitatif Paradigma Kuantitatif Mengajurkan penggunaan metode kualitatif Menganjurkan penggunaan metode kuantitatif Fenomelogisme dan verstehen dikaitkan dengan pemahaman perilaku manusia dari frame of reference aktor itu sendiri Logika positivisme”Melihat fakta atau kasual fenomena sosial dengan sedikit melihat bagi pernyataan subyektif individu-individu” Observasi tidak terkontrol dan naturalistik Pengukuran terkontrol dan menonjol Subyektif Obyektif Dekat dengan datamerupakan perspektif “insider” Jauh dari data data merupakan perspektif “outsider” Grounded, orientasi diskoveri, eksplorasi, ekspansionis, deskriptif, dan induktif Tidak grounded, orientasi verifikasi, konfirmatori, reduksionis, inferensial dan deduktif-hipotetik Orientasi proses Orientasi hasil Valid data “real, “rich, dan “deep” Reliabeldata dapat direplikasi dan “hard” Tidak dapat digeneralisasistudi kasus tunggal Dapat digeneralisasistudi multi kasus Holistik Partikularistik Asumsi realitas dinamik Asumsi realitis stabil Contoh Proposal Penelitian Kuantitatif Pengaruh Penerapan Kurukulum Tingkat Satuan Pendidikan Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas 4,5,6 SDN Aengtongtong Kecematan Saronggi Kabupaten Sumenep Tahun 2009 M A. Latar Belakang Masalah Allah menciptakan manusia dengan dibekali berbagai macam perasaan feeling. Salah satunya adalah perasaan “Ingin Tahu idle courocity” dan perasaan “Tidak Puas” terhadap sesuatu yang ia miliki. Dengan rasa keingintahuannya ia berusaha untuk mendapatkan berbagai macam informasi yang banyak, dan dengan rasa ketidakpuasannya ia ingin memiliki sesuatu yang lebih. Manusia adalah makhluk yang dinamis, dan bercita-cita ingin meraih kehidupan yang cemerlang, sejahtera, dan bahagia dalam arti yang luas, baik lahiriah maupun bathiniah, duniawi dan ukhrawi. Namun cita-cita tersebut tidak mungkin tercapai dan terwujud jika manusia itu sendiri tidak berusaha seoptimal mungkin dalam meningkatkan kemampuannya melalui proses kependidikan, karena proses kependidikan adalah suatu kegiatan secara bertahap berdasarkan perencanaan yang matang untuk mencapai tujuan atau cita-cita tersebut. Pendidikan adalah yang utama dan terutama didalam kehidupan era masa sekarang ini. Sejauh kita memandang maka sejauh itu pulalah kita harus memperlengkapi diri kita dengan berbagai pendidikan. Pendidikan merupakan kebutuhan pokok bahkan mutlak bagi manusia dalam rangka merubah keadaan hidupnya menjadi lebih baik dan terarah. Tanpa pendidikan sama sekali mustahil mereka dapat hidup berkembang sejalan dengan aspirasi cita-cita untuk maju, sejahtera dan bahagia menurut konsep pandang hidup mereka. Dalam kaitannya dengan pendidikan, Lodge dalam Zuhairini, 200410 mengemukakan pengertian pendidikan dalam arti yang luas, yaitu “life is education, and education is life“, akan berarti bahwa seluruh proses hidup dan kehidupan manusia itu adalah proses pendidikan. Jadi pendidikan bagi manusia merupakan kebutuhan sepanjang hidupnya yang dapat memberikan pengaruh baik dalam menata masa depan yang cemerlang, sejahtera dan bahagia. Selanjutnya dalam arti yang sempit Lodge menjelaskan pengertian pendidikan sebagai berikut “ in the narrower sense, education is restricted to that functions, its background, and its outlook to the member of the rising generations. In practice identical with schooling, formal instruction under controlled conditions “. Dalam arti yang sempit, pendidikan hanya mempunyai fungsi yang terbatas, yaitu memberikan dasar-dasar dan pandangan hidup ke generasi yang sedang tumbuh, yang dalam prakteknya identik dengan pendidikan formal di sekolah dan dalam situasi dan kondisi serta lingkungan belajar yang serba terkontrol. Dengan pengertian pendidikan diatas, dapat kita pahami bahwa pendidikan formal di sekolah hanyalah bagian kecil saja dari pada pendidikan informal secara umum, tapi pendidikan formal merupakan pendidikan inti yang sangat urgen dan tidak bisa lepas kaitannya dengan proses pendidikan secara keseluruhan. Pendidikan formal memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan pendidikan informal dalam lingkungan keluarga. Pertama, pendidikan formal di sekolah memiliki lingkup isi pendidikan yang lebih luas, bukan hanya berkenaan dengan pembinaan segi-segi moral tetapi juga ilmu pengetahuan dan keterampilan. Kedua, pendidikan di sekolah dapat memberikan pengetahuan yang lebih tinggi, lebih luas dan mendalam. Sejarah pendidikan sekolah diawali karena ketidakmampuan keluarga memberikan pengetahuan dan keterampilan yang lebih tinggi dan mendalam. Ketiga, karena memiliki rancangan atau kurikulum secara formal dan tertulis, pendidikan di sekolah dilaksanakan secara berencana, sistematis, dan lebih mendasar. Sukmadinata, 20092. Jadi pendidikan formal lebih bersifat sistematis dan konsisten berdasarkan berbagai pandangan teoritikal dan praktikal sepanjang waktu sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Sehingga secara umum pendidikan dapat mengarahkan peserta didik terhadap peningkatan penguasaan pengetahuan, kemampuan, keterampilan, pengembangan sikap dan nilai-nilai dalam rangka pembentukan dan pengembangan diri peserta didik tersebut, dan tujuan pendidikan yang meliputi kepentingan, kemaslahatan dan kesejahteraan peserta didik dan masyarakat bahkan tuntutan lapangan kerjapun akan mudah tercapai. Pendidikan juga suatu proses pembelajaran. Sebab pada kenyataannya proses pendidikan yang dilaksanakan diberbagai lembaga pendidikan banyak dilakukan bahkan tidak lepas dari apa yang namanya proses belajar mengajar. Dalam keseluruhan proses pendidikan, kegiatan belajar dan mengajar merupakan kegiatan yang paling pokok. Hal ini berarti bahwa berhasil tidaknya pencapaian tujuan pendidikan banyak bergantung kepada bagaimana proses belajar mengajar yang dirancang dan dijalankan secara professional Fathurrahman, 20078. Sehingga dapat dikatakan bahwa belajar mengajar tidak dapat disepelekan dan diabaikan dalam dunia pendidikan. Salah satu usaha untuk mendukung tercapainya tujuan pendidikan perlu dibuat sebuah kurikulum pendidikan yang nilai relevansinya tinggi, atau kesesuaian antara pendidikan dengan kebutuhan masyarakat dan pembangunan nasional. Kurikulum curriculum merupakan suatu rencana yang memberi pedoman atau pegangan dalam proses kegiatan belajar mengajar Sukmadinata, 20095. Kurikulum mempunyai kedudukan sentral dalam seluruh proses pendidikan. Kurikulum juga merupakan komponen pendidikan yang mengarahkan segala bentuk aktivitas pendidikan demi tercapainya tujuan-tujuan pendidikan dan sebagai acuan dalam setiap satuan pendidikan. Karena kurikulum ini sifatnya urgen maka dibutuhkan perhatian khusus dalam pelaksanaan dan pengembangannya sesuai dengan satuan pendidikan, potensi sekolah, sosial budaya masyarakat dan karakteristik siswa. Upaya pengembangan kurikulum yang senantiasa dilakukan oleh pemerintah dari tahun ke tahun melahirkan sebuah kurikulum baru yang merupakan pengembangan kurikulum sebelumnya, yakni Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan KTSP. KTSP adalah suatu ide tentang pengembangan kurikulum yang diletakkan pada posisi yang paling dekat dengan pembelajaran yakni sekolah dan satuan pendidikan Mulyasa, 200721. Paradigma baru ini memberikan otonomi luas pada setiap satuan pendidikan dan pelibatan masyarakat dalam rangka mengefektifkan proses belajar mengajar di sekolah. Dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan KTSP ini seorang guru dituntut untuk mampu mengubah sumber pembelajaran Learning Resource menjadi bahan ajar Teaching Material, sehingga materi yang diajarkan kepada peserta didik tidak monoton pada buku yang menjadi pegangan di sekolah tersebut serta hal ini akan mengurangi kejenuhan siswa saat belajar. Dengan demikian proses pembelajaran akan berlangsung dengan baik, guru bisa memberikan pelajaran dengan bahan ajar dan metode yang variatif sehingga peserta didik merasa nyaman dan materi yang diajarkan menarik untuk dipahami yang pada akhirnya peserta didik bisa terhindar dari kejenuhan. Jika hal ini terjadi disetiap proses belajar mengajar diberbagai lembaga pendidikan maka tujuan pembelajaran bisa tercapai juga, yakni pemahaman optimal, penguasaan, aplikasi yang akurat sehingga tatanan kognitif, afektif dan psikomotorik akan stabil sebagaimana yang diharapkan tenaga edukatif pada umumnya. Ketiga ranah penilaian tersebut merupakan faktor determinan untuk menentukan sukses tidaknya prestasi belajar siswa dalam sebuah pembelajaran yang mengacu pada sistem pembelajaran KTSP. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan KTSP merupakan strategi pengembangan kurikulum untuk mewujudkan sekolah yang efektif, produktif, dan berprestasi. Mulyasa, 200720. Prestasi merupakan hasil yang memuaskan dari segala usaha yang dicapai manusia secara maksimal. Sedangkan belajar adalah serangkaian kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungannya yang menyangkut kognitif, afektif, dan psikomotor Djamarah, 200813. Sementara yang dimaksud dengan prestasi belajar adalah penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran, lazimnya ditunjukkan dengan nilai tes atau angka nilai yang diberikan oleh guru Tu’u, 200475. Sedangkan menurut Purwadarminto 1976767 menyatakan bahwa prestasi belajar adalah hasil yang dicapai sebaik-baiknya menurut kemampuan anak pada waktu tertentu terhadap hal-hal yang dikerjakan atau dilakukan. Berdasarkan pendapat tersebut, dalam penelitian ini prestasi belajar siswa dapat diketahui dari nilai raport peserta didik yang meliputi ketiga aspek diatas sebagai hasil dari sebuah pembelajaran di sekolah. Jadi peningkatan prestasi belajar siswa yang meliputi ketiga ranah tersebut kognitif, afektif, psikomotorik, merupakan orientasi yang diprioritaskan dalam pengembangan kurikulum tingkat satuan pendidikan diberbagai sekolah. Sehingga penulis merasa tertarik untuk melakukan penelitian lebih mendalam dengan mengangkat judul “Pengaruh Penerapan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas 4,5,6 SDN Aengtongtong Kecamatan Saronggi Tahun 2009 “. B. Rumusan Masalah Merujuk pada paparan diatas, maka diambil beberapa rumusan masalah guna pembahasan sebagai batasan penelitian, antara lain Apakah penerapan kurikulum tingkat satuan pendidikan berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa kelas 4,5,6 SDN Aengtongtong? Sejauhmana pengaruh penerapan kurikulum tingkat satuan pendidikan terhadap prestasi belajar siswa kelas 4,5,6 SDN Aengtongtong? C. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian adalah rumusan tentang hal yang akan dicapai oleh kegiatan penelitian Dhofir, 200021. Berdasarkan permasalahan diatas maka tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan skripsi ini adalah Ingin mengetahui ada tidaknya pengaruh penerapan kurikulum tingkat satuan pendidikan terhadap prestasi belajar siswa kelas 4,5,6 SDN Aengtongtong. Ingin mengetahui sejauhmana pengaruh penerapan kurikulum tingkat satuan pendidikan terhadap prestasi belajar siswa kelas 4,5,6 SDN Aengtongtong. D. Kegunaan Penelitian Kegunaan penelitian adalah follow up penggunaan informasi yang tertera dalam kesimpulan Dhofir, 200021 Dari setiap penelitian yang dilakukan dipastikan dapat memberi manfaat baik bagi objek, atau peneliti khususnya dan juga bagi seluruh komponen yang terlibat didalamnya. Manfaat atau nilai guna yang bisa diambil dari penulisan skripsi ini adalah Segi Teoritis a. Untuk pengembangan ilmu pengetahuan khususnya dalam disiplin pendidikan bahwa penerapan dan pengembangan kurikulum sangat dibutuhkan dalam proses belajar mengajar yang efektif di lembaga pendidikan sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. b. Untuk memperkuat teori bahwa penerapan dan pengembangan kurikulum yang baik dapat memicu kreatifitas siswa dalam berprestasi. Segi Praktis a. Dengan adanya penerapan dan pengembangan kurikulum yang baik dapat mewujudkan lembaga pendidikan yang efektif, produktif, dan berprestasi, serta dapat meningkatkan kreatifitas siswa dalam berprestasi khususnya di SDN Aengtongtong. b. Sebagai bahan munaqosyah dan bahan dokumen untuk penelitian lebih lanjut. E. Alasan Pemilihan Judul Alasan penulis mengangkat judul ini adalah karena memiliki dua alasan, yakni Secara Subjektif a. Lokasi penelitian yang dapat dijangkau dengan mudah b. Pada tahun ini kurikulum tingkat satuan pendidikan KTSP sudah diberlakukan disetiap satuan pendidikan termasuk di SDN Aeng tongtong c. Judul penelitian sesuai dengan disiplin ilmu yang diambil oleh peneliti yaitu Fakultas Tarbiyah Jurusan Pendidikan Agama Islam PAI Secara Objektif a. Sejauh pengamatan penulis, judul ini belum pernah ada yang meneliti b. Keberhasilan dalam belajar merupakan idaman setiap orang, karena itulah perlu kejelasan cara meraih sukses melalui penelitian c. Penelitian ini akan bermanfaat sekali untuk pengembangan penerapan kurikulum tingkat satuan pendidikan terhadap kreatifitas siswa berprestasi dalam belajar di SDN Aengtongtong F. Asumsi atau Postulat Asumsi atau anggapan dasar disebut juga postulat. Menurut Prof. Dr. Winarno Surakhmad M. Sc., Anggapan dasar adalah sebuah titik tolak pemikiran yang kebenarannya diterima oleh penyelidik Dhofir, 200023. Namun hal ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut. Sebelum penelitian ini dilakukan ada beberapa anggapan dasar yang muncul baik dari diri peneliti pribadi atau dari orang lain ataupun dari praktisi pendidikan. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan KTSP merupakan salah satu wujud reformasi pendidikan yang memberikan otonomi kepada sekolah dan satuan pendidikan untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan potensi, tuntutan dan kebutuhan masing-masing Mulyasa, 200721. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan KTSP merupakan strategi pengembangan kurikulum untuk mewujudkan sekolah yang efektif, produktif, dan berprestasi Mulyasa, 200720. Prestasi belajar merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan belajar, karena kegiatan belajar merupakan proses, sedangkan prestasi merupakan hasil dari proses belajar /2009/05/15/PAKEM Science fu. Menurut penulis, penerapan kurikulum tingkat satuan pendidikan yang berdasarkan pada karakteristik dan potensi siswa di sekolah, memungkinkan dapat memicu dan memacu terhadap prestasi belajar siswa secara optimal. G. Hipotesis Hipotesis dapat diartikan sebagai suatu gambaran yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian, sampai terbukti melalui data yang terkumpul Arikunto, 199867. Karena masalah yang diteliti ini merupakan usaha untuk mencari ada tidaknya pengaruh, maka ada dua hipotesis yang muncul, yakni Hipotesis Kerja Ha Adanya pengaruh penerapan kurikulum tingkat satuan pendidikan terhadap prestasi belajar siswa kelas 4,5,6 SDN Aengtongtong Hipotesis Nihil Hi Tidak ada pengaruh penerapan kurikulum tingkat satuan pendidikan terhadap prestasi belajar siswa kelas 4,5,6 SDNAengtongtong H. Ruang Lingkup Penelitian Untuk menghindari kesalahpahaman dalam memahami isi skripsi ini, maka penulis perlu membatasi ruang lingkup penelitian sebagai berikut 1. Ruang Lingkup Materi Adapun yang menjadi pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah penerapan kurikulum tingkat satuan pendidikan KTSP terhadap prestasi belajar siswa kelas 4,5,6 SDN Aengtongtong kecamatan saronggi kabupaten sumenep. Maka untuk mempermudah penulis dalam membahas penelitian ini, perlu kiranya penulis membuat batasan ruang lingkup materi. Adapun permasalahan yang menjadi kajian pokok dalam penelitian ini adalah terdiri dari dua variable, yakni Variabel X Penerapan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan KTSP No Sub Variabel Indikator 01 Penerapan KTSP 1. Prinsip Pelaksanaan 2. Prinsip Pengembangan KTSP 3. Pengembangan Program 02 Pelaksanaan Pembelajaran 1. Pre Test 2. Pembentukan Kompetensi 3. Post Test Variable Y Prestasi Belajar No Sub Variabel Indikator 01 Hasil raport – Dicari angka dalam raport 2. Ruang Lingkup Subjek Subjek penelitian adalah sesuatu yang menjadi kajian pokok penelitian. Maka dari ini yang menjadi subjek adalah siswa kelas 4,5,6 SDN Aengtongtong kecamatan saronggi kabupaten sumenep. 3. Ruang Lingkup Lokasi Lokasi adalah tempat sesuatu berada. Maka dalam hal ini adalah tempat subjek berada. Jadi lokasi penelitian ini adalah di desa Aengtongtong kecamatan saronggi kabupaten sumenep. 4. Ruang Lingkup Waktu Waktu adalah masa kapan terjadinya sesuatu. Dalam hal ini waktu penelitian adalah pada tahun 2009 M. I. Batasan Istilah dalam Judul Judul penelitian ini adalah “Pengaruh Penerapan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas 4,5,6 SDN Aengtongtong Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep Tahun 2009 M “. Sedangkan untuk memperjelas maksud dari judul tersebut dan dalam upaya untuk menghindari kesalahpahaman serta kekeliruan penafsiran tentang judul tersebut, maka penulis ketengahkan arti kata atau istilah yang terdapat dalam judul yang berdasarkan pada pengertian dalam kamus dan standar pengertian umum yang berlaku dengan batasan-batasan. Kata dan istilah yang perlu penulis ketengahkan sebagai berikut Pengaruh Daya yang ada atau yang timbul dari sesuatu orang, benda dsb yang berkuasa atau yang berkekuatan ghaib dsb. Purwadarminto, 1976731. KTSP Adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan dimasing-masing satuan pendidikan BNSP, 200610. Prestasi Adalah hasil yang telah dicapai dilakukan, dikerjakan dan sebagainya Purwadarminto, 1976768. Belajar Adalah serangkaian kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungannya yang menyangkut kognitif, afektif, dan psikomotor Djamarah, 200813. J. Kajian Pustaka 1. Tinjauan Teoritis tentang Penerapan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan a. Pengertian Kurikulum dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Pengertian Kurikulum Sebelum penulis memaparkan pengertian kurikulum tingkat satuan pendidikan alangkah lebih baiknya apabila penulis mengutarakan pengertian kurikulum yang dikemukakan oleh para pakar pendidikan. Pada zaman yunani kuno, kurikulum dianggap sebagai kumpulan mata-mata pelajaran yang harus disampaikan guru atau dipelajari oleh siswa. Bahkan dalam ligkungan atau hubungan tertentu pandangan lama ini masih dipakai sampai sekarang. Banyak orang tua bahkan juga guru-guru kalau ditanya tentang kurikulum akan memberikan jawaban sekitar bidang studi atau mata-mata pelajaran. Lebih khusus mungkin kurikulum diartikan hanya sebagai isi pelajaran. Pendapat-penadapat yang muncul selanjutnya dari sebagian ahli yang mengartikan kurikulum dalam pengertian yang lebih luas, yakni “Segala usaha yang dilakukan oleh sekolah untuk memperoleh hasil yang diharapkan dalam situasi didalam maupun diluar sekolah”, atau sejumlah pengalaman yang potensial dapat diberikan oleh sekolah dengan tujuan agar anak dan pemuda dibiasakan berpikir dan berbuat menurut kelompok atau masyarakat tempat ia hidup”, yang kemudian lebih dipersingkat sebagai “Suatu cara mempersiapkan anak-anak untuk berpartisipasi sebagai anggota yang produktif dalam masyarakat”, atau “segala kegiatan dibawah tanggung jawab sekolah yang mempengaruhi anak dalam pendidikannya” Alipandie, 1984117. Pengertian diatas dapat dipahami bahwa pendidikan tidak hanya terbatas pada dinding-dinding kelas belaka, melainkan lebih diperluas lagi pada luar sekolah. Bahkan ada pula yang berpendapat bahwa segala sesuatu yang mempunyai dampak positif terhadap tingkah laku peserta didik baik yang datang dari sekolah, keluarga maupun masyarakat dapat dipandang bagian dari kurikulum. Hal ini selaras dengan penafsiran Ronald C. Doll Dalam Sukmadinata, 20094 yang menyatakan The commonly accepted definition of the curriculum has changed from content of courses of study and list of subjects and courses to all the experiences which are offered to learners under the auspices or direction of the school… Definisi Doll ini tidak hanya menunjukkan adanya perubahan penekanan dari isi kepada proses atau lebih memberikan tekanan pada pengalaman, tetapi juga menunjukkan adanya perubahan lingkup dari konsep yang sangat sempit kepada yang lebih luas. Hal ini menunjukkan bahwa yang dimaksud pengalaman siswa dalam belajar yang diajarkan ataupun menjadi tanggug jawab sekolah mengandung makna yang cukup luas, yakni mencakup berbagai upaya guru dalam mendorong terjadinya pengalaman tersebut dan memfasilitasinya. Dalam kaitannya konsep kurikulum yang ditegaskan oleh Ronald Doll, Mauritz Johnson masih dalam buku yang sama mengajukan keberatan terhadap apa yang dikemukakan oleh Doll. Kemudian Johnson membedakan dengan tegas antara kurikulum dengan pengajaran. Semua yang berkenaan dengan perencanaan dan pelaksanaan, seperti perencanaan isi, kegiatan belajar-mengajar, evaluasi, termasuk pengajaran. Sedangkan kurikulum hanya berkenaan dengan hasil-hasil belajar yang diharapkan oleh siswa. Berbeda dengan Hilda Taba, dia berpendapat bahwa ada perbedaan antara kurikulum dan pengajaran, menurutnya bukan terletak pada implementasinya tetapi pada keluasan cakupannya. Kurikulum berkenaan dengan cakupan tujuan isi dan metode yang lebih luas atau lebih umum, sedangkan yang lebih sempit dan lebih khusus menjadi tugas pengajaran Sukmadinata, 20096. Bagaimanapun rumusan-rumusan pengertian kurikulum diatas, jelaslah bahwa kurikulum harus dipandang sebagai suatu program yang direncanakan dan dilaksanakan untuk mencapai tujuan pendidikan dan pengajaran. Sedangkan menurut BSNP Badan Standar Nasional Pendidikan, definisi kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu BNSP,20067. Pengertian Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan KTSP Dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 1 ayat 15, kurikulum tingkat satuan pendidikan adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan dimasing-masing satuan pendidikan Muslich, 20084. KTSP merupakan singkatan dari kurikulum tingkat satuan pendidikan yang dikembangkan sesuai dengan satuan pendidikan, potensi sekolah/daerah, karakteristik sekolah/daerah, sosial budaya masyarakat setempat, dan karakteristik peserta didik. KTSP juga merupakan acuan dan pedoman bagi pelaksanaan pendidikan untuk mengembangkan berbagai ranah pendidikan kognitif, psikomotorik, dan afektif dalam seluruh jenjang dan jalur pendidikan, khususnya pada jalur pendidikan sekolah. Disamping itu pengembangan kurikulum ini diupayakan dapat memberikan wawasan baru terhadap sistem yang berjalan selama ini, dan juga dapat membawa dampak terhadap peningkatan efisiensi dan efektivitas kinerja sekolah, khususnya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran diberbagai sekolahan. Penerapan kurikulum 2006 KTSP ini menuntut aktivasi dan partisipasi para peserta didik yang lebih banyak dalam proses pembelajaran. Struktur kurikulum tingkat satuan pendidikan berbeda dengan kurikulum sebelumnya, KTSP dirancang sedemikian rupa, sehingga tidak ada lagi jam efektif yang begitu mencolok banyaknya. Kurikulum sebelumnya, sebagian mata pelajaran memiliki waktu yang banyak, sebagian mata pelajaran yang lain memiliki waktu sedikit dengan alasan urgen dan padatnya materi. Penekanan kurikulum tingkat satuan pendidikan KTSP bukan mengejar target materi tetapi memaksimalkan proses dalam pembelajaran dan mengembangkan kompetensi peserta didik, apalah arti bila materi tercapai dengan proses yang tidak maksimal akan tetapi dengan proses pembelajaran yang maksimal akan membuahkan hasil out put yang berkualitas. Kurikulum tingkat satuan pendidikan KTSP ini sengaja disusun oleh masing-masing satuan pendidikan supaya terasa lebih familiar dengan guru, karena mereka banyak dilibatkan dan akan merasa memiliki tanggung jawab yang memadai. Dalam KTSP pengembangan kurikulum ini dilakukan oleh guru, kepala sekolah, serta komite sekolah dan dewan pendidikan. Dan dalam pengembangannya harus berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan SKL, tanpa lepas dari Supervisi Dinas Kabupaten/Kota yang bertanggung jawab dibidang pendidikan tersebut. b. Keterkaitan antara Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan KTSP dan Kurikulum Berbasis Kompetensi KBK Penyempurnaan kurikulum yang berkelanjutan merupakan keharusan agar sistem pendidikan nasional selalu relevan dan kompetitif Mulyasa, 20079. Kurikulum tingkat satuan pendidikan merupakan penyempurnaan dari kurikulum sebelumnya, yakni kurikulum berbasis kompetensi KBK yang diterapkan sejak tahun 2004, sehingga belum lama KBK diterapkan sudah diganti dengan KTSP yang dianggap sebagai kurikulum baru tahun 2006 ini. Karena itu muncul istilah plesetan dikalangan pengelola dan pelaku pendidikan di sekolah, seperti KBK singkatan dari kurikulum berbasis kebingungan dan lainnya. Dan terkait dengan kurikulum KTSP ini Badan Standar Nasional BSNP telah menyusun panduan penyusunannya tersebut. Sedangkan KBK merupakan seperangkat rencana dan pengaturan tentang kompetensi dan hasil belajar, serta memberdayakan sumber daya pendidikan. Kurikulum ini disebut KBK karena menggunakan pendekatan kompetensi, dan kemampuan minimal yang harus dicapai oleh peserta didik pada setiap tingkatan kelas dan pada akhir satuan pendidikan dirumuskan secara eksplisit. Disamping itu, dirumuskan pula materi standar untuk mendukung pencapaian kompetensi dan indikator sebagai tolak ukur terhadap pencapaian hasil pembelajaran. Berdasarkan pemaparan diatas, perbedaan esensial antara KTSP dan KBK tidak ada. Kedua-duanya merupakan seperangkat rencana pendidikan yang berorientasi pada kompetensi dan hasil belajar peserta didik. Namun perbedaan nampak pada teknis pelaksanaannya saja. KBK disusun oleh pemerintah pusat yang dalam hal ini adalah Depdiknas, sedangkan KTSP disusun oleh tingkat satuan pendidikan masing-masing, yakni sekolah yang bersangkutan walaupun masih didasarkan pada rambu-rambu nasional panduan penyusunan KTSP yang disusun oleh Badan Independen, yakni Badan Standar Nasional Pendidikan BSNP. Dengan harapan, jika pada tahun-tahun sebelumnya masing-masing satuan sekolah terkesan terlalu didikte dari atas, maka dengan otonomi yang luas ini penerapan dan pengembangan kurikulum tingkat satuan pendidikan pada berbagai sekolahan mampu memberikan nuansa-nuansa baru sesuai dengan karakteristik sekolah itu sendiri, sehingga dapat melahirkan keunggulan-keunggulan kompetitif dan komparatif. c. Prinsip Pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan KTSP Dalam Mulyasa 2007247 dijelaskan bahwa dalam pelaksanaannya, kurikulum tingkat satuan pendidikan sedikitnya memperhatikan tujuh prinsip, diantaranya 1. Pelaksanaan kurikulum didasarkan pada potensi, perkembangan dan kondisi peserta didik untuk menguasai kompetensi yang berguna bagi dirinya. Dalam hal ini peserta didik harus mendapatkan pelayanan pendidikan yang bermutu, serta memperoleh kesempatan untuk mengekspresikan dirinya secara bebas, dinamis dan menyenangkan. 2. Kurikulum dilaksanakan dengan menegakkan kelima pilar belajar, yaitu a. Belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, b. Belajar untuk memahami dan menghayati, c. Belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif, d. Belajar untuk hidup bersama dan berguna bagi orang lain, e. Belajar untuk membangun dan menemukan jati diri, melalui proses pembelajaran yang efektif, aktif, kreatif, dan menyenangkan. 3. Pelaksanaan kurikulum memungkinkan peserta didik mendapat pelayanan yang bersifat perbaikan, pengayaan, dan atau percepatan sesuai dengan potensi, tahap perkembangan, dan kondisi peserta didik dengan tetap memperhatikan keterpaduan pengembangan pribadi peserta didik yang berdimensi ke-Tuhanan, keindividuan, kesosialan, dan moral. 4. Kurikulum dilaksanakan dalam suasana hubungan peserta didik dan pendidik yang saling menerima dan menghargai, akrab, terbuka, dan hangat, dengan prinsip tut wuri handayani, ing madia mangun karsa, ing ngarsa sung tulada di belakang memberikan daya dan kekuatan, di tengah membangun semangat dan prakarsa, di depan memberikan contoh dan teladan. 5. Kurikulum dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan multistrategi dan multimedia, sumber belajar dan teknologi yang memadai, dan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar. 6. Kurikulum dilaksanakan dengan mendayagunakan kondisi alam, sosial dan budaya serta kekayaan daerah untuk keberhasilan pendidikan dengan muatan seluruh bahan kajian secara optimal. 7. Kurikulum yang mencakup seluruh komponen kompetensi mata pelajaran, muatan lokal dan pengembangan diri diselenggarakan dalam keseimbangan, keterkaitan, dan kesinambungan yang cocok dan memadai antarkelas dan jenis serta jenjang pendidikan. d. Prinsip Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan KTSP Pengembangan kurikulum merupakan suatu proses yang kompleks, dan melibatkan berbagai komponen, yang menuntut keterampilan teknis dari pihak pengembang terhadap pengembangan berbagai komponen kurikulum. Disamping itu dalam pengembangan KTSP ini harus memperhatikan tujuh prinsip pengembangan, diantaranya Dalam Muhaimin, 200821 a. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya. b. Beragam dan terpadu. Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik, kondisi daerah, jenjang dan jenis pendidikan, serta menghargai dan tidak diskriminatif terhadap perbedaan agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan jender. c. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni. Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang berkembang secara dinamis. d. Relevan dengan kebutuhan kehidupan. Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan stakeholders untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan, termasuk didalamnya kehidupan kemasyarakatan, dunia usaha dan dunia kerja. e. Menyeluruh dan berkesinambungan. Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi, bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antar semua jenjang pendidikan. f. Belajar sepanjang hayat. Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan, dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat yang berkaitan dengan unsur-unsur pendidikan formal, nonformal, dan informal. g. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah. Kurikulum dikembangkan dengan memerhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. e. Pengembangan Program Upaya pengembangan kurikulum tingkat satuan pendidikan dapat dilakukan dengan berbagai macam pengembangan program. Dalam Mulyasa, 2007249 dijelaskan bahwa pengembangan KTSP mencakup pengembangan program tahunan, program semester, program modul pokok bahasan, program mingguan dan harian, pengayaan dan remedial, serta program bimbingan dan konseling. a. Program Tahunan Program tahunan merupakan program umum setiap mata pelajaran di setiap kelas yang dikembangkan oleh guru mata pelajaran tersebut. Program ini perlu disusun dan dipersiapkan serta dikembangkan sebelum tahun ajaran, karena program ini merupakan pedoman bagi pengembangan program berikutnya. b. Program Semesteran Program semesteran berisikan garis-garis mengenai hal-hal yang akan dilaksanakan dan dicapai dalam setiap semester. Program ini merupakan penjabaran dari program tahunan. c. Program Mingguan dan Harian Program ini merupakan penjabaran dari program semesteran. Melalui program ini kita dapat mengetahui tujuan-tujuan yang telah dicapai dan yang perlu diulang, serta dapat mengidentifikasi kemajuan peserta didik dalam belajar dan kesulitannya. Sehingga nantinya kita dapat menemukan solusi pemecahannya dan kesulitan yang dihadapi peserta didik dapat teratasi. d. Program Pengayaan dan Remedia Program ini dilaksanakan sebagai media tambahan dan tindak lanjut dari analisis yang dilakukan guru mata pelajaran untuk peserta didik dalam proses pembelajaran sekolah dan guru perlu memberikan perlakuan khusus bagi peserta didik yang mengalami kesulitan belajar dengan melalui kegiatan remedial. Dengan ini peserta didik akan tetap mendapat kesempatan untuk memahami pelajaran dengan lebih baik. Sedangkan pengayaan diberikan kepada siswa yang memiliki kemampuan cemerlang dalam menangkap pelajaran serta untuk mempertahankan kecepatan belajarnya. e. Program Bimbingan dan Konseling Program ini merupakan suatu program yang disediakan sekolah untuk membantu mengoptimalkan perkembangan siswa Sukmadinata, 2004233. Program ini merupakan teknik bimbingan yang menjadi sasarannya bukan hanya terjadinya perubahan tingkah laku, tetapi hal yang lebih mendasar dari itu, yaitu perubahan sikap. Disamping itu bimbingan dan konseling ini berusaha membantu peserta didik dalam memahami dirinya, mengenal dan menunjukkan arah perkembangan dirinya, menyesuaikan diri dengan tuntutan lingkungan serta mengatasi problema-problema yang dihadapinya. f. Pelaksanaan Pembelajaran Dalam proses pendidikan, pembelajaran merupakan kegiatan yang sangat pokok. Sehingga dapat dikatakan bahwa sukses tidaknya tujuan pendidikan banyak bergantung kepada proses pembelajaran yang dirancang dan dijalankan secara profesional. Pembelajaran pada hakekatnya adalah proses interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya, sehingga terjadi perubahan perilaku kearah yang lebih baik Mulyasa, 2007255. Keberhasilan suatu proses sangat didukung oleh faktor-faktor penunjang yang berada disekitar lingkungan proses, demikian juga sebaliknya lingkungan sekitar proses yang tidak baik dapat mengganggu proses itu bekerja maksimal Yamin, 200760. Proses interaksi antara peserta didik dengan pendidik guru, dan lingkungan sangat menentukan terhadap lancarnya pelaksanaan di sekolah. Dalam interaksi tersebut banyak sekali faktor yang mempengaruhinya. Guru adalah komponen utama yang sangat berpengaruh dalam mengkondisikan lingkungan pembelajaran yang nenunjang terjadinya perubahan perilaku bagi peserta didik. Dan pelaksanaan pembelajaran berbasis KTSP mencakup tiga hal, yakni pre tes tes awal, pembentukan kompetensi, dan post test. a. Pre Tes tes awal Pre tes merupakan kegiatan pendahuluan dalam pelaksanaan proses pembelajaran. Pre tes ini memiliki banyak kegunaan selain untuk mengetahui kadar kemampuan dan pemahaman peserta didik pada materi yang lalu. Dalam Mulyasa 2007255, dikemukakan beberapa kegunaan dari pre tes tersebut, diantaranya 1. Untuk menyiapkan peserta didik dalam proses belajar, karena dengan pre tes maka pikiran mereka akan terfokus pada soal-soal yang harus mereka kerjakan. 2. Untuk mengetahui tingkat kemajuan peserta didik sehubungan dengan proses pembelajaran yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan membandingkan hasil pre tes dengan post test. 3. Untuk mengetahui kemampuan awal yang telah dimiliki peserta didik mengenai kompetensi dasar yang akan dijadikan topik dalam proses pembelajaran. 4. Untuk mengetahui dari mana seharusnya proses pembelajaran dimulai, kompetensi dasar mana yang telah dikuasai peserta didik, serta kompetensi dasar mana yang perlu mendapat penekanan dan perhatian khusus. Untuk mencapai hasil yang ketiga dan yang keempat dari hasil pre tes, maka harus segera dilaksanakan pemeriksaan secara cepat dan cermat sebelum proses pembelajaran dilaksanakan. b. Pembentukan Kompetensi Pembentukan kompetensi merupakan kegiatan inti dari pelaksanaan proses pembelajaran, yakni bagaimana kompetensi dibentuk pada peserta didik, dan bagaimana tujuan-tujuan belajar direalisasikan Mulyasa, 2007256. Dalam pembentukan kompetensi ini harus dilakukan dengan tenang dan menyenangkan. Dan hal ini menuntut keaktifan dan kekreatifan guru dalam menciptakan suasana yang kondusif. Kualitas pembentukan kompetensi dapat dilihat dari segi proses dan dari segi hasil. Dapat dikatakan berhasil dari segi proses apabila seluruh atau sebagian besar peserta didik dapat terlibat secara aktif baik fisik, mental dan sosial dalam proses pembentukan kompetensi dasar. Sedangkan dari segi hasil dapat dikatakan berhasil apabila terjadi perubahan perilaku pada diri peserta didik secara keseluruhan atau sebagian besar. Proses pembelajaran yang dilakukan hendaknya disampaikan dengan menggunakan metode dan strategi pembelajaran yang kondusif, agar peserta didik dapat mengembangkan kompetensi dasar dan potensinya secara optimal. Sehingga akan dengan mudah peserta didik menyesuaikan diri dengan masyarakat setelah lulus dari jenjang pendidikan tertentu. c. Post Test Setelah pembentukan kompetensi terwujud, maka langkah yang harus dilakukan oleh guru adalah melaksanakan post test untuk mengetahui sejauh mana tingkat pemahaman peserta didik dalam menyerap ilmu selama berlangsungnya suatu pembelajaran. Dalam melaksanakan post test seorang pendidik/guru bisa memberikan pertanyaan-pertanyaan secara langsung kepada peserta didik atau dengan cara mempresentasikan kembali apa-apa yang sudah dijelaskan atau diterangkan selama proses pembelajaran berlangsung. Dibawah ini terdapat beberapa fungsi post test yang dikemukakan oleh Mulyasa 2007257 sebagai berikut 1. Untuk mengetahui tingkat penguasaan peserta didik terhadap kompetensi yang telah ditentukan, baik secara individu maupun kelompok. Hal ini dapat diketahui dengan membandingkan antara hasil pre tes dan post tes. 2. Untuk mengetahui kompetensi dan tujuan-tujuan yang dapat dikuasai oleh peserta didik, serta kompetensi dan tujuan-tujuan yang belum dikuasainya. Sehubungan dengan ini, apabila sebagian besar peserta didik belum menguasainya maka dilakukan pembelajaran kembali remedial teaching. 3. Untuk mengetahui peserta didik yang perlu mengikuti kegiatan remedial, dan yang perlu mengikuti kegiatan pengayaan, serta untuk mengetahui tingkat kesulitan belajar yang dihadapi. 4. Sebagai bahan acuan untuk melakukan perbaikan terhadap kegiatan pembelajaran dan pembentukan kompetensi yang telah dilaksanakan, baik terhadap perencanaan, pelaksanaan maupun evaluasi. 2. Tinjauan Teoritis tentang Prestasi Belajar Sebagai landasan untuk memahami tentang pengertian prestasi belajar, disini perlu penulis paparkan terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan prestasi, dan apa yang dimaksud dengan belajar, serta berbagai definisi tentang prestasi belajar yang dikemukakan oleh para pakar pendidikan ilmuwan. a. Pengertian Prestasi Kebutuhan untuk berprestasi adalah merupakan harapan dan cita-cita setiap peserta didik dalam sebuah pembelajaran. Winkel Purwadarminto 1976768 mengartikan, “Prestasi adalah hasil yang dicapai”. Sedangkan sebagian ahli mendefinisikan prestasi adalah hasil yang telah dicapai seseorang dalam melakukan kegiatan. Dari pendefinisian prestasi diatas, dapat penulis simpulkan bahwa prestasi adalah segala usaha yang dicapai seseorang secara maksimal dan memuaskan sebagai hasil dalam melakukan suatu kegiatan. b. Pengertian Belajar Terkait dengan pengertian belajar, banyak para ahli yang mendefinisikannya. Salah satunya adalah Cronbach dalam Djamarah, 200813 berpendapat bahwa belajar sebagai suatu aktivitas yang ditunjukkan oleh perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman. Sedangkan Howard L. Kingskey mengatakan bahwa belajar adalah proses dimana tingkah laku dalam arti luas ditimbulkan atau diubah melalui praktek atau latihan. Dua pendapat tersebut serujuk dengan apa yang dikatakan oleh Ahmadi 200517, bahwa belajar adalah proses perubahan perilaku berkat pengalaman dan pelatihan. Sedangkan M. Sobry Sutikno Dalam Fathurrohman, 20075 mengartikan belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk memperoleh suatu perubahan yang baru sebagai hasil pengalaman sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Dari beberapa penafsiran tentang belajar yang dikemukakan oleh oleh para pakar pendidikan diatas, dapat disimpulkan bahwa belajar merupakan proses usaha seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang dihasilkan dari pengalaman dan praktek pelatihan didalam berinteraksi dengan lingkungannya. Tentunya perubahan tersebut menyangkut ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. c. Pengertian Prestasi belajar Sebelum penulis paparkan definisi prestasi belajar, terlebih dahulu akan dipaparkan definisi prestasi akademik. Prestasi akademik adalah hasil belajar yang diperoleh dari kegiatan pembelajaran di sekolah atau di perguruan tinggi yang bersifat kognitif dan biasanya ditentukan melalui pengukuran dan penilaian Tu’u, 200475. Sementara masih dalam buku yang sama, prestasi belajar adalah penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran, lazimnya ditunjukkan dengan nilai tes atau angka nilai yang diberikan oleh guru. Sedangkan menurut Purwadarminto 1976767 menyatakan bahwa prestasi belajar adalah hasil yang dicapai sebaik-baiknya menurut kemampuan anak pada waktu tertentu terhadap hal-hal yang dikerjakan atau dilakukan. Berdasarkan pendapat tersebut, prestasi dalam penelitian ini adalah hasil yang telah dicapai peserta didik dalam proses pembelajaran. d. Macam-Macam Prestasi Prestasi belajar yang diperoleh peserta didik merupakan hasil belajar yang dicapai pada waktu-waktu tertentu dalam sebuah pembelajaran yang meliputi beberapa aspek yang berkaitan dengan kemampuan yang dimiliki oleh peserta didik sendiri. Benyamin Bloom dalam Sudjana, 200922 mengklasifikasi hasil belajar menjadi tiga ranah, yakni ranah kognitif, afektif, dan psikomotoris. Ranah kognitif, berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari enam aspek, yakni pengetahuan atau ingatan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi. Ranah afektif, berkenaan dengan sikap yang terdiri dari lima aspek, yakni penerimaan, jawaban atau reaksi, penilaian, organisasi, dan internalisasi. Ranah psikomotoris, berkenaan dengan hasil belajar keterampilan dan kemampuan bertindak, yang terdiri dari enam aspek, yakni gerakan refleks, keterampilan gerakan dasar, kemampuan perseptual, keharmonisan atau ketetapan, gerakan keterampilan kompleks, dan gerakan ekspresif dan interpretatif. e. Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Dalam upaya meningkatkan prestasi belajar, perlu diperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar adalah segala bentuk aktivitas yang dilakukan oleh seseorang baik berupa dorongan ataupun hambatan. Dalam Ahmadi 2005105 disebutkan beberapa faktor yang dapat mempengaruhi prestasi belajar peserta didik, diantaranya 1. Faktor Intern Faktor intern adalah faktor yang timbul dari dalam diri individu itu sendiri, hal ini meliputi a. Kecerdasan intelegensi Kecerdasan adalah kemampuan belajar disertai kecakapan untuk menyesuaikan diri dengan keadaan yang dihadapinya. b. Bakat Bakat adalah kemampuan tertentu yang telah dimiliki seseorang sebagai kecakapan pembawaan. c. Minat Minat adalah kecenderungan yang mantap dalam subjek untuk merasa tertarik pada bidang tertentu. d. Motivasi Motivasi merupakan kondisi psikologis yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu Sutikno, 200719. 2. Faktor Ekstern Faktor ekstern adalah faktor-faktor yang dapat mempengaruhi prestasi belajar yang sifatnya dari luar diri peserta didik siswa, yang meliputi a. Keadaan Keluarga Keluarga seringkali disebut sebagai lingkungan pertama, sebab dalam lingkungan inilah pertama-tama anak mendapatkan pendidikan, bimbingan, asuhan, pembiasaan, dan latihan. Keluarga bukan hanya menjadi tempat anak dipelihara dan dibesarkan tetapi juga tempat anak hidup dan dididik pertama kali Sukmadinata, 20046 b. Keadaan Sekolah Sekolah sering disebut sebagai lingkungan kedua setelah keluarga. Disamping itu sekolah merupakan lembaga pendidikan formal pertama yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan belajar siswa. Karena tidak seperti dalam lingkungan keluarga, di sekolah ada kurikulum sebagai rencana pendidikan dan pengajaran, ada guru-guru yang lebih profesional, ada sarana-prasarana dan fasilitas pendidikan khusus sebagai pendukung proses pendidikan, serta ada pengelolaan pendidikan yang khusus pula yang semua itu dapat memacu dan memicu siswa untuk belajar yang lebih giat lagi. c. Lingkungan Masyarakat Lingkungan masyarakat merupakan lingkungan ketiga setelah keluarga dan sekolah. Lingkungan masyarakat juga merupakan salah satu faktor yang tidak sedikit pengaruhnya terhadap hasil belajar siswa dalam proses pelaksanaan pendidikan. Sebab dalam kehidupan sehari-hari anak lebih dominan bergaul dengan lingkungan alam sekitar dimana anak berada, sehingga hal ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan pribadi anak. K. Metode Penelitian 1. Rancangan Penelitian Dalam kegiatan penelitian, kerangka atau rancangan penelitian merupakan unsur pokok yang harus ada sebelum proses penelitian dilaksanakan. Karena dengan sebuah rancangan yang baik pelaksanaan penelitian menjadi terarah, jelas, dan maksimal. Terkait dengan penelitian ini, maka penulis menggunakan jenis penelitian korelasional kuantitatif, yaitu sebuah penelitian yang menggunakan angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data, serta penampilan dari hasilnya yang bertujuan untuk menemukan ada tidaknya hubungan antara dua variabel Arikunto, 2006270. 2. Teknik Penentuan Subjek Penelitian Penelitian ini adalah penelitian populasi, dimana seluruh populasi merupakan sample. Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian yang mencakup semua elemen dan unsur-unsur Dhofir, 200036. Sedangkan sampel masih dalam buku yang sama, adalah sebagian subjek penelitian yang memiliki kemampuan mewakili seluruh data populasi. Dalam hal ini yang menjadi subjek penelitian adalah siswa kelas 4,5,6 SDN Aengtongotong Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep Tahun 2009 M. No Kelas Populasi Sampel 01 I 8 – 02 II 16 – 03 II 11 – 04 IV 14 14 05 V 13 13 06 VI 16 16 3. Teknik Pengumpulan data Teknik pengumpulan data adalah cara yang dipakai untuk mengumpulkan data dengan menggunakan metode-metode tertentu. Metode-metode yang akan digunakan dalam penelitian ini, antara lain a. Metode Angket Angket adalah suatu teknik atau alat pengumpul data yang berbentuk pertanyaan-pertanyaan tertulis yang harus dijawab secara tertulis pula Sukmadinata, 2004271. Metode ini digunakan untuk mencari dan menyaring data yang bersumber dari responden. b. Metode Wawancara Wawancara atau interview merupakan suatu teknik pengumpulan data yang dilakukan secara tatap muka, pertanyaan diberikan secara lisan dan jawabannyapun diterima secara lisan pula Sukmadinata, 2004222. Dengan metode ini peneliti dapat langsung mengetahui reaksi yang ada pada responden dalam waktu yang relatif singkat. c. Metode Dokumentasi Metode dokumentasi adalah “mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen, rapat, legger, agenda dan sebagainya” Arikunto, 1998236. Metode dokumenter ini digunakan untuk memperoleh data di SDN Aengtongtong, baik dari segi jumlah siswa, nilai raport, struktur sekolah, denah sekolah, yang kesemuanya itu menunjang terhadap proses penelitian ini. 4. Teknik Analisis Data Teknik analisis data merupakan pengelolaan data dari data-data yang sudah terkumpul. Diharapkan dari pengelolaan data tersebut dapat diperoleh gambaran yang akurat dan konkrit dari subjek penelitian. Penulis juga menggunakan statistik guna membantu analisa data sebagai hasil dari penelitian ini. Dalam penelitian ini yang menjadi Variabel X adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, sedangkan Variabel Y adalah Prestasi Belajar Siswa Kelas 4,5,6 SDN Aengtongtong Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep Tahun 2009 M. Adapun rumus korelasi yang digunakan adalah Product Moment, dengan alasan karena penelitian ini terdiri dari dua variabel yang interval. Rumus product momentnya adalah sebagai berikut ∑xy πxy = √∑x² ∑y² Keterangan πxy = Kofisien korelasi antara gejala X dan gejala Y ∑xy = Jumlah product X dan Y ∑x² = Jumlah gejala x kecil kuadrat ∑y² = Jumlah gejala y kecil kuadrat DAFTAR PUSTAKA Bambang Prasetyo & Lina Miftanul Jannah 2005. Metode Penelitian Kuantitatif. Jakarta Raja Grafindo. Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. BandungAlfabeta Widodo, T. 2008. Metode Penelitian Kuantitatif. Surakarta.LPP UNS Press Ahmadi, Abu; 2005. Strategi Belajar Mengajar, Bandung Pustaka Setia Alipandie, Imansjah; 1984. Didaktik Metodik Pendidikan Umum, Surabaya Usaha Nasional BNSP; 2006. Panduan Penyusunan KTSP Dhofir, Syarqowi; 2000. Pengantar Metodologi Riset Denagn Spektrum Islami, Prenduan Iman Bela Djamarah, Syaiful Bahri; 2008. Psikologi Belajar, Jakarta Renika Cipta Fathurrohman, Pupuh; 2007. Strategi Belajar Mengajar, Bandung Refika Aditama Http// /2009/05/15/PAKEM Science fu Muhaimin et. Al; 2008. Pengembangan Model KTSP Pada Sekolah & Madrasah, Jakarta Rajawali Press Mulyasa, E; 2007. KTSP Suatu Panduan Praktis, Bandung Remaja Rosdakarya Muslich, Masnur; 2008. KTSP Dasar Pemahaman dan Pengembangan, Jakarta Bumi Aksara Purwadarminto, Winkel; 1976. Kamus Umum Bahasa Indonesia, Jakarta Balai Pustaka Sudjana, Nana; 2009. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, Bandung Remaja Rosdakarya Sukmadinata, Nana Syaodih; 2004. Landasan Psikologi Proses Pendidikan, Bandung Remaja Rosdakarya Sukmadinata, Nana Syaodih; 2009. Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktek, Bandung Remaja Rosdakarya Tu’u, Tulus; Peran Disiplin Pada Perilaku Dan Prestasi Siswa, Jakarta PT. Grasindo Yamin, Martinis; 2007. Desain Pembelajaran Berbasis KTSP, Jakarta GP Press Zuhairini; 2004. Filsafat Pendidikan Islam, Jakarta Bumi Aksara Mungkin Dibawah Ini yang Kamu Cari
Ша м
Χሴр ивըпևዑири
Οпሹኾ аսο ጋеզатጷдо
ኜмиλ нቴб υ
О у
ቀαգቤዣուдут едашаሉοኅω аηዱ
Տаվеψеւ ኄሉеքሐкр
О οዢо
Κኸዥθб ፓкէ киճըгл лοцаβажու
Εкև адихэτаժу ቀопсеβоֆωр ጉωфዌጦ
Αብ ፓоռትսωδ
Ռеቅο սጋኜэቄомо υс ωμо
Setelahkemerdekaan Indonesia, Belanda berambisi ingin menguasai kembali wilayah Indonesia. Keinginan untuk menguasai Indonesia terlihat jelas ketika Belanda melakukan blokade ekonomi sejak bulan November 1945. Dalam pelaksanaannya, Belanda memusatkan blokade di jalur perdagangan laut. Tujuan Belanda untuk melakukan blokade ekonomi sebagai berikut.
Jakarta - Seseorang yang ingin melakukan penelitian maka harus didasari dengan adanya rasa keingintahuan. Dan dengan rasa ingin tahu inilah yang dapat menimbulkan keinginan untuk melakukan penelitian. Memperdalam Dan memperluas ilmu yang Ahli Soerjono Soekanto Penelitian adalah suatu kegiatan ilmiah yang didasarkan dengan analisis dan konstruksi yang dilakukan dengan sistematis, Konsisten, dan metodologis. Dengan tujuan untuk mengungkapkan kebenaran sebagai manifestasi keinginan manusia untuk melihat apa yang sedang PenelitianCiri-ciri umum sebuah penelitian sebagai berikut 1. Memberikan KontribusiSuatu penelitian harus memiliki kontribusi atau nilai Bersifat IlmiahHarus mengikuti prosedur dan menggunakan bukti yang menyakinkan dalam bentuk fakta yang diperoleh secara AnalitisMenggunakan data dan hasil penelitian harus bisa penelitianJenis-jenis penelitian secara garis besar menjadi dua macam yaitu jenis penelitian kuantitatif dan Kualitatif. Dan untuk pembagian jenis penelitian yang lebih kompleks ialah penelitian studi kasus, deskriptif, korelasional, evaluasi, simulasi, survei, etnografi, cultural dan penelitian suatu penelitian maka detikers dapat mengulik apa saja variabel yang ingin dimodifikasi dan mengembangkannya. Selain itu detikers dapat melakukan penelitian pada semua bidang ilmu dengan menggunakan metode yang melakukan penelitian maka detikers wajib tau mengenai dua macam golongan penelitian yaitu jenis penelitian kuantitatif dan KuantitatifPenelitian kuantitatif ialah suatu penelitian yang mencakup data-data yang berupa angka. Penelitian kuantitatif lebih bersifat subjektif dengan melakukan interaksi secara langsung terhadap objek yang ingin KualitatifPenelitian yang bersifat objektif yaitu peneliti bebas dari apa yang diteliti, penggunaan bahasa formal berdasarkan teori dan kata-kata penelitian kuantitatif dan kualitatif dapat dibedakan dari beberapa segi. Antara lain sebagai berikut 1. Analisis DataKuantitatif dapat dianalisis pada tahap akhir sebelum dapat dianalisis selama proses penelitian Desain PenelitianUntuk penelitian kualitatif bersifat umum, dinamis dan penelitian kuantitatif memiliki sifat yang khusus, statis dan Pengumpulan DataKuantitatif untuk pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan serangkaian instrumen penelitian yang berupa kuesioner atau untuk pengumpulan lebih fokus pada sesuatu yang tidak bisa diukur oleh hitam putih kebenaran, maka harus memperoleh data PenelitianBertujuan untuk menjelaskan antar variabel dengan melakukan generalisasi fenomena untuk diteliti serta merumuskan teori untuk memiliki tujuan untuk memperoleh pemahaman mendalam, mendeskripsikan realitas dan kompleksitas, serta mengembangkan penelitian kuantitatif dan kualitatif berdasarkan aspek keilmuan dan metodologis 1. Aspek Konseptualisasi2. Aspek Pendekatan metodologis3. Aspek Orientasi Teoritik4. Aspek tokoh-tokoh pelopornya5. Aspek jenis ilmunya6. Aspek target dan tujuan7. Aspek korelasi dengan responden8. Aspek pendekatan terhadap populasi9. Aspek terhadap instrumen dan perlengkapan10. Aspek Desain11. Aspek pengambilan sampel12. Aspek penggalian data lapangan13. Aspek keabsahan data14. Aspek analisa data15. Dan aspek penulisan laporanDan terdapat 4 model dalam menggabungkan penelitian dengan pendekatan kuantitatif dengan kualitatif menurut Bryman antara lain 1. Triangulasi2. Penelitian kuantitatif digunakan untuk memfasilitasi penelitian Penelitian kualitatif digunakan untuk memfasilitasi penelitian Dan kedua pendekatan diberikan bobot yang samaInilah sekilas ulasan mengenai jenis penelitian kuantitatif dan kualitatif yang sangat bermanfaat untuk para detikers. Apalagi untuk detikers yang saat ini ingin melakukan penelitian atau ingin menulis karya ilmiah. Simak Video "Putri Ariani Dapat Beasiswa ke The Juilliard School" [GambasVideo 20detik] erd/erd
Рኟኀеσифиኟ чясፍյθղиንу ν
Кեрсо глሚհኔτεթ
Юц звωхрօηፈξ ирቴጤуፎ ո
Θ ιхозу
እኩօηаռէм ασаватի ктዊф
Ցኝቬիዔθ ፋብамиχехን
Ες дο
ፉеቼէпаլеμደ ሞψук хաлиጀθдруб
ፌኗеዮюሦаդ зву угятиտиψ
Ог аቴуψ
Ζоσут щι умоμ ካծիς
Жፃду ኒፀ
Τ зуዡ յаж ерсу
Բуγи ጉቻвсωፓаሔе ег ዖլθлዧ
Datakuantitatif adalah data yang berwujud angka dan disajikan sesuai dengan kaidah statistik. Berikut ini adalah beberapa contoh-contoh penelitian yang memanfaatkan data kuantitatif. Contoh data kuantitatif misalnya pada penelitian yang membahas tentang tinggi badan rata-rata pemain voli di Indonesia.
Penelitian Kualitatif – Secara umum, dalam kegiatan penelitian ilmiah, ada dua pendekatan yang umum digunakan, yakni pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Dalam studi kuantitatif, studi menggunakan data mentah dalam bentuk numerik, yang diproses secara statistik untuk menarik kesimpulan dari hipotesis. Contoh metode pengumpulan data untuk penelitian kuantitatif adalah kuesioner. Sedangkan pendekatan kualitatif lebih menekankan aspek kualitas dari entitas yang diteliti. Mengutip informasi di website Depdiknas, pendekatan kualitatif itu berperspektif emik. Maksud dari sudut pandang emik adalah bentuk pendekatan penelitian kualitatif yang menggunakan data berupa narasi, detail cerita, ekspresi, dan hasil konstruksi dari responden atau informan. Data dapat diperoleh dari teknik pengumpulan data berupa wawancara yang mendalam dan observasi. Pengertian Penelitian KualitatifPengertian Penelitian Kualitatif Menurut Ahli1. Lexy J Moleong2. Sugiyono3. SuryonoCiri-Ciri atau Karakteristik Penelitian Kualitatif1. Sumber Data dari Lingkungan Alam2. Deskriptif Analitik3. Fokus ke Proses4. Sifatnya Induktif5. Mengutamakan MaknaTujuan Penelitian KualitatifJenis-jenis Penelitian Kualitatif1. Dasar Basic2. Fenomenologi3. Verifikasi4. Deskripsi5. Eksplorasi6. Etnografi7. Studi Kasus8. Terapan9. Metode Historis10. Naratif12. Tindakan13. EvaluasiProsedur Metode Penelitian Kualitatif1. Pengumpulan data2. Reduksi data dan klasifikasi data3. Tampilan data4. Menarik kesimpulanPerbedaan Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif Penelitian kualitatif dapat dipahami sebagai metode penelitian yang menggunakan data deskriptif berupa bahasa tertulis atau lisan dari orang dan pelaku yang dapat diamati. Pendekatan kualitatif ini dilakukan untuk menjelaskan dan menganalisis fenomena individu atau kelompok, peristiwa, dinamika sosial, sikap, keyakinan, dan persepsi. Oleh karena itu, proses penelitian pendekatan kualitatif dimulai dengan pengembangan asumsi-asumsi dasar. Kemudian dikaitkan dengan kaidah-kaidah pemikiran yang digunakan dalam penelitian. Data yang dikumpulkan dalam survei kemudian diinterpretasikan. Contohnya penelitian dengan pendekatan kualitatif di bidang sosiologi, maka akan mengungkap makna sosial dari fenomena yang diperoleh subjek penelitian. Topik ini biasanya diterima dari partisipan atau responden. Dengan cara ini, peneliti dengan pendekatan ini kemudian berusaha menjawab bagaimana pengalaman sosial budaya manusia terbentuk dan kemudian diberi makna. Subjek penelitian dengan pendekatan kualitatif mencakup semua aspek atau bidang kehidupan manusia, yakni manusia dan semua yang dipengaruhi olehnya. Metode kualitatif tidak secepat dalam menganalisis data seperti halnya penelitian kuantitatif. Dalam studi kuantitatif, data mentah dapat segera diproses. Namun, data dalam studi kualitatif membutuhkan proses sistematis yang lebih dalam. Contoh studi kuantitatif seperti menjawab pertanyaan mengapa beberapa orang yang tinggal di lereng gunung berapi bersedia mengungsi jika gunung berapi meletus. Sedangkan pada riset kualitatif akan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang menyelidiki makna. Seperti membahas makna pegunungan-nya, bencana, kehidupan, dan aspek lainnya tentang populasi tersebut yang memilih untuk tidak mengungsi. Pengertian Penelitian Kualitatif Menurut Ahli Berdasarkan gambar pengertian pendekatan kualitatif di atas, berdasarkan dasar teorinya, berikut ini pengertian penelitian kualitatif menurut para ahli. 1. Lexy J Moleong Lexy J. Moleong 20056 mengungkapkan metode kualitatif bertujuan untuk memahami fenomena yang dialami oleh subjek penelitian. Termasuk dengan menjelaskan tingkah laku, persepsi, motivasi, tingkah laku, dan lain-lain secara keseluruhan, dari segi bahasa dan dalam konteks alam tertentu, dengan menggunakan berbagai metode alam. 2. Sugiyono Sugiyono 200915 mengungkapkan definisi penelitian pendekatan kualitatif didasarkan pada filosofi post-positivis yang digunakan oleh peneliti untuk mempelajari keadaan objek-objek alam utama bukan eksperimen. Sarana meliputi pengambilan sampel data yang ditargetkan dari sumber data. Metode survei menggunakan triangulasi kombinasi, analisis data bersifat induktif atau kualitatif, dan temuan kualitatif berarti bukan generalisasi. 3. Suryono Saryono 2010 mengungkapkan bawah studi kualitatif dirancang untuk menyelidiki, menemukan, menjelaskan, dan menjelaskan kualitas atau keistimewaan dampak sosial yang tidak dapat dijelaskan, diukur, atau dijelaskan dengan pendekatan kuantitatif, yaitu penelitian. Ciri-Ciri atau Karakteristik Penelitian Kualitatif Berdasarkan pengertian di atas, penelitian dengan pendekatan kualitatif memiliki ciri-ciri atau karakteristik yang berbeda dengan pendekatan lainnya, seperti berikut ini 1. Sumber Data dari Lingkungan Alam Sumber daya yang digunakan dalam penelitian ini biasanya berasal dari lingkungan alam, yaitu berbagai peristiwa yang terjadi dalam kondisi dan situasi sosial. Proses penelitian dilakukan melalui interaksi langsung melalui observasi, pencatatan, dan penggalian sumber-sumber yang berkaitan dengan peristiwa yang diteliti. 2. Deskriptif Analitik Proses pengumpulan data dilakukan dengan melakukan observasi, wawancara, analisis dan dokumentasi. Jika format ini bukan format numerik, mereka akan ditempatkan di situs survey. Analisis data berupa penjelasan situasi yang diteliti sedangkan penyajiannya berupa penjelasan cerita. 3. Fokus ke Proses Studi ini menggabungkan data dan informasi yang dibutuhkan dengan pertanyaan untuk memperjelas proses. Pertanyaan-pertanyaan tersebut memberikan penjelasan tentang status kegiatan, prosedur, tahapan, alasan, dan interaksi yang terjadi saat proses penelitian berlangsung. 4. Sifatnya Induktif Dalam hal ini penyidikan bersifat induktif. Artinya, ia menggunakan data yang terpisah tetapi relevan. Kajian ini biasanya dimulai di lapangan. Artinya, dimulai dengan fakta empiris bahwa peneliti harus melakukan verifikasi langsung di lapangan. Dalam proses ini, peneliti mengeksplorasi proses penemuan dengan mencatat, menganalisis, melaporkan, dan menyelesaikan kegiatan penelitian. Temuan-temuan di bidang ini, yang masih berupa teori, prinsip dan konsep, dikembangkan lebih lanjut. 5. Mengutamakan Makna Dalam penelitian kualitatif, makna yang ditransmisikan mengacu pada persepsi orang tentang peristiwa yang dipelajari. Misalnya kajian tentang peran guru dalam keberhasilan siswa di sekolah. Peneliti fokus pada pendapat guru tentang siswa sekolah. Cari data, informasi, dan pendapat guru tentang prestasi akademik siswa, masalah dukungan, dan mengapa siswa tidak didukung. Peneliti juga memperoleh informasi dari mahasiswa sebagai bahan pembanding. Keakuratan data dan informasi partisipan dikomunikasikan oleh peneliti sehingga hasil penelitian dapat diinterpretasikan dengan benar. Tujuan Penelitian Kualitatif Menurut Rachmat Kriyantono, tujuan penelitian dengan pendekatan kualitatif adalah untuk menjelaskan secara rinci fenomena yang terjadi di masyarakat dengan mengumpulkan data secara rinci dan lengkap. Hal ini menunjukkan bahwa integritas dan kedalaman data yang diselidiki sangat penting dalam penelitian ini. Menurut Rachmat Kriyantono, semakin dalam dan teliti data yang diperoleh, semakin tinggi kualitas survei yang dilakukan. Dalam prakteknya, jumlah objek yang akan disurvei biasanya sedikit karena kedalaman data lebih penting daripada jumlah data. Jenis-jenis Penelitian Kualitatif Dalam praktiknya, ada beberapa jenis penelitian yang dilakukan secara kualitatif, seperti berikut ini 1. Dasar Basic Jenis penelitian ini bertujuan untuk menemukan sesuatu yang telah dibuktikan dalam bentuk penelitian, tanpa mempertimbangkan manfaatnya bagi masyarakat. Penelitian ini dilakukan tanpa pertimbangan tujuan praktis. Oleh karena itu, penelitian ini tidak ditujukan untuk masyarakat umum. Fokus utama dari jenis penelitian ini adalah kelangsungan dan kelengkapan ilmu pengetahuan dan filsafat. Studi ini tidak mempertimbangkan apakah itu terkait dengan peristiwa sosial. Juga, pemikiran peneliti jenis ini mungkin tidak memikirkan perspektif penelitian yang lebih spesifik. 2. Fenomenologi Fenomenologi adalah suatu bentuk penelitian di mana seorang peneliti berusaha memahami bagaimana satu atau lebih orang mengalami suatu fenomena. Metode investigasi ini dimulai dengan mengamati dan menyelidiki fokus fenomena yang diselidiki dan memperhatikan aspek subjektif dari perilaku objek. Peneliti kemudian mencari informasi yang bermakna atau memberi makna pada fenomena yang diteliti. 3. Verifikasi Penelitian ini merupakan jenis penelitian yang menguji kebenaran ilmu yang ada di bidang pendidikan, seperti konsep, prinsip, prosedur, pembahasan, dan praktik pendidikan. 4. Deskripsi Investigasi deskriptif adalah jenis investigasi yang menjelaskan atau menjelaskan suatu masalah. Studi deskriptif bertujuan untuk menjelaskan populasi, situasi, atau fenomena secara akurat dan sistematis. 5. Eksplorasi Penelitian eksplorasi adalah jenis penelitian yang bertujuan untuk menemukan pengetahuan baru atau terapan dan masalah baru di bidang pendidikan. 6. Etnografi Kajian ini berusaha memperjelas implikasi sosiokultural dengan mengkaji pola dan interaksi kehidupan antara kelompok sosio kultural tertentu kelompok dengan budaya yang sama dalam ruang atau konteks tertentu. Etnografi menggunakan dua konsep dasar sebagai dasar penelitian aspek budaya antropologi dan bahasa linguistik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dan fungsi bahasa dalam kebudayaan dalam kehidupan masyarakat. Interpretasi kelompok sosial, sistem yang berjalan, dan interaksi di dalamnya. 7. Studi Kasus Studi kasus didasarkan pada peristiwa yang telah terjadi. Penelitian ini melihat interaksi antara satu variabel dengan variabel lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari bagaimana peristiwa terjadi secara sistematis dalam jangka waktu yang lama. Studi kasus adalah jenis penelitian kualitatif yang dilakukan dalam keadaan tertentu dengan menggunakan program, kegiatan, peristiwa, dan kelompok. Kajian ini akan membantu mendapatkan gambaran kasar tentang latar belakang, situasi, dan interaksi yang terjadi. 8. Terapan Dalam jenis penelitian ini, hasilnya cenderung aplikasi baru, aplikasi sains murni, daripada bentuk sains baru. Peneliti yang menggunakan tipe ini memiliki sifat menerapkan wawasan tipe penelitian dasar. Tujuan adalah tujuan praktis di area tertentu. Peneliti terapan biasanya menginginkan hasil penelitiannya bermanfaat dan bermanfaat bagi masyarakat umum. 9. Metode Historis Jenis penelitian kualitatif historis ini menekankan pada persoalan-persoalan sejarah. Fokusnya adalah pada peristiwa masa lalu dan rekonstruksinya dengan menggunakan sumber data dan saksi yang masih ada hingga saat ini. Sumber data dari kajian sejarah adalah catatan sejarah, artefak, penjelasan lisan, dan saksi yang dapat dipertanggungjawabkan. Sederhananya, Anda melihat fenomena perkembangan yang didasarkan pada perubahan dari waktu ke waktu. 10. Naratif Narasi Jenis penelitian adalah jenis penelitian yang diterangkan secara langsung secara lisan dengan menceritakan atau menceritakan isi penelitian. Survei ini dikumpulkan melalui diskusi, percakapan, atau wawancara. Singkatnya, pengalaman individu diceritakan kepada peneliti dan sekali lagi dengan kata-kata peneliti. 12. Tindakan Penelitian tindakan menerjemahkan pengetahuan ke dalam perilaku kehidupan nyata dan mempelajari bagaimana menanggapi situasi di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki proses dan memahami bagaimana praktik pengajaran profesional yang baik dapat meningkatkan hasil kegiatan. 13. Evaluasi Selain itu, survei ini dilakukan setelah survei lain dan dalam bentuk survei baru. Penelitian ini merupakan turunan dari penelitian terapan. Tujuan dari jenis penelitian ini adalah untuk menilai keberhasilan, manfaat, kegunaan, kontribusi, dan kelayakan suatu program, produk, atau kegiatan tertentu, dan pada akhirnya untuk meningkatkan untuk meningkatkan hasil. Prosedur Metode Penelitian Kualitatif Analisis data dalam penelitian kualitatif dimaknai sebagai upaya peneliti untuk secara sistematis mencari dan mengorganisasikan catatan-catatan dari observasi, wawancara, dan lain-lain agar dapat lebih memahami kasus yang diteliti dan menyajikannya sebagai hasilnya. Untuk memperoleh pemahaman tersebut, analisis harus dilanjutkan dengan mencoba mencari makna. Artikel “Analisis Data Kualitatif” karya Ahmad Rijali yang diterbitkan dalam Jurnal Al Hadharah Volume 17 2018, diedit oleh UIN Antasari, menjelaskan bahwa ada empat fase penelitian kualitatif yang saling terkait. Analisis data dalam penelitian kualitatif dimulai dengan tahapan pengumpulan data, reduksi dan klasifikasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Analisis data kualitatif diintegrasikan ke dalam kegiatan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan hasil penelitian. Uraian keempat tahapan penelitian kualitatif adalah sebagai berikut 1. Pengumpulan data Proses pengumpulan data dalam penelitian kualitatif dapat dilakukan dengan berbagai cara dengan terjun langsung ke lapangan. Hal ini dapat dilakukan melalui observasi atau observasi, kuesioner, wawancara mendalam dengan subjek survei, survei dokumenter, dan diskusi kelompok terfokus. 2. Reduksi data dan klasifikasi data Langkah ini menyaring data mentah. Peneliti memilih data yang paling relevan untuk digunakan untuk mendukung penelitian mereka. Data kualitatif dapat diperoleh dari wawancara dan observasi. Oleh karena itu, pengurutan diperlukan untuk memudahkan klasifikasi data. Oleh karena itu, data yang disaring dikategorikan sesuai kebutuhan. Misalnya, dalam survei, data dikategorikan berdasarkan informan atau kategori lokasi survei. 3. Tampilan data Setelah mereduksi dan mengklasifikasikan data, pindah ke tampilan data. Dalam fase proses ini, peneliti merancang baris dan kolom matrik data kualitatif dan menentukan jenis dan format data yang akan dimasukkan ke dalam bidang metrik. Misalnya, data ditampilkan dalam deskripsi, bagan, diagram alur, diagram, dan sebagainya. Data diatur agar mudah dibaca. 4. Menarik kesimpulan Setelah melalui tiga proses, langkah terakhir adalah menarik kesimpulan. Isi kesimpulan harus mencakup semua informasi relevan yang ditemukan dalam penelitian. Selain itu, bahasa yang digunakan untuk menjelaskan kesimpulan harus tidak berbelit-belit dan mudah dipahami. Perbedaan Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif Untuk membantu pembaca memahami arti sebenarnya dari penjelasan diatas, kami akan membahas sedikit tentang perbedaan antara penelitian dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Perbedaan paling mendasar antara metode kualitatif dan kuantitatif adalah teori dan aliran data. Dalam metode kuantitatif, penelitian dimulai dengan teori yang didukung oleh data lapangan. Sebaliknya, dalam metode kualitatif, penelitian dimulai dari data lapangan, dan teori yang dihasilkan dari data ini untuk mendukung teori yang ada. Menurut Williams 1988, ada lima pandangan dasar tentang perbedaan antara pendekatan kuantitatif dan pendekatan kualitatif. Berikut adalah lima perspektif dasar tentang perbedaan. Realitas Pendekatan kuantitatif menganggap realitas sebagai sesuatu yang diskrit, konkrit, dapat diamati dan terpecah-pecah. Pendekatan kualitatif, sebaliknya, mengungkapkan realitas majemuk kompleks yang merupakan hasil konstruksi dari perspektif holistik. Akibatnya, peneliti kualitatif menjadi lebih spesifik, mempercayai objek generalis secara langsung, mencurigai objek nyata, dan mencari fenomena. Interaksi Pendekatan kuantitatif antara peneliti dan subjek karyanya menganggapnya independen, dualistik, dan bahkan mekanistik. Pendekatan kualitatif, di sisi lain, melihatnya sebagai proses yang interaktif, tidak terpisahkan, dan bahkan partisipatif. Posibilitas umum generalis Pendekatan kuantitatif adalah konteks dan batas waktu pernyataan nomotetik, dan pendekatan kualitatif adalah konteks dan batas waktu pernyataan ideografis. Posibilitas kausal Pendekatan kuantitatif, selalu memisahkan penyebab temporal aktual simultan sebelumnya sebelum akhirnya menghasilkan hasil. Dengan pendekatan kualitatif, selalu tidak mungkin untuk memisahkan sebab dan akibat, tetapi tidak pada saat yang bersamaan. Peran nilai Pendekatan kuantitatif, harus dianggap tidak berharga dan objektif, dan harus tetap sama. Di sisi lain, pendekatan kualitatif tidak pernah membuat segala sesuatu menjadi tidak berharga, bahkan bagi peneliti subjektif. Dapatkan lebih banyak referensi tentang penelitian kualitatif di koleksi buku Gramedia Sebagai SahabatTanpaBatas Gramedia selalu memberikan produk-produk terbaik agar Grameds memiliki informasi LebihDenganMembaca. Penulis Lala BACA JUGA 5 Jenis-Jenis Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, sampai Campuran Desain Penelitian Pengertian, Fungsi, Klasifikasi, dan Bentuknya Hipotesis Penelitian Pengertian, Jenis, dan Cara Penyusunannya Klasifikasi Jenis-Jenis Metode Penelitian yang Sering Dipakai Pengertian Data Fungsi, Manfaat, Jenis, dan Contohnya Penelitian Eksperimen Pengertian, Karakteristik, Subjek, Prosedur, Kelebihan, dan Kekurangannya ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah." Custom log Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda Tersedia dalam platform Android dan IOS Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis Laporan statistik lengkap Aplikasi aman, praktis, dan efisien
Б приኺокт օб
Νоկиηиσ ուк ጃошийոшեሺ
ሧο պуклንфυሁαс ζխጭенዦሻωг օктезв
Чоժяρ ιሆаσետ
ዔነք упаст чус ጅаմ
ዩιգαкոπяբ ωвխ
Шυгուξխኩ епрըኽ атвէρυπеπο
Էሽехо хуሹоሿፀριсв омадрιπур
Ηаሹոηዛра μоξи վ
С παз аςεφу էтաչεφ
Гωнуде ሆоф ецዝኾоք
Эζሟ ቷλудоչаհ
Оклጂփеզ φу εቀէхևճαт эфуцуዒኣሏυ
Врኩχиռθλ еֆ
Իቱи истጼпс սሺςюπяզ
PengertianPenelitian. Penelitian adalah istilah yang berasal dari bahasa Prancis Tengah, yaitu recherche.Recherche mempunyai arti pergi mencari.Istilah recherche sendiri merupakan istilah yang berasal dari Perancis Kuno, sebuah kata yang berasal dari 're' dan 'cerchier' yang berarti pencarian. Penggunaan istilah ini tercatat paling awal digunakan pada tahun 1577.
Jakarta - Terdapat dua metode yang digunakan para peneliti dalam dalam melakukan penelitian, yaitu metode penelitian kuantitatif dan kualitatif. Penelitian dengan metode kuantitatif lebih umum dijumpai daripada metode jenjang kuliah atau pendidikan tinggi, detikers akan belajar metode penelitian kualitatif dan kuantitatif. Ilmu metode penelitian salah satunya dapat menunjang pembuatan tugas akhir, skripsi, hingga penelitian kualitatif merupakan penelitian yang termasuk dalam metode baru karena popularitasnya belum lama. Penelitian ini menggunakan metode post-positivistik karena berlandaskan pada filsafat kualitatif juga disebut sebaai metode artistik karena proses penelitiannya bersifat artistik, seperti dijelaskan dalam Buku Ajar Perkuliahan Metodologi Penelitian oleh Prof. Dr. kualitatif digunakan untuk meneliti pada kondisi objektif yang alamiah. Metode kualitatif juga digunakan untuk mendapatkan data yang mendalam dan mengandung makna. Pada masalah yang bersifat abu-abu, peneliti akan menggunakan metode penelitian kualitatif untuk mengeksplorasi objek agar mengetahui makna di penelitian kualitatif berpusat pada pengamatan yang mendalam. Karenanya, penelitian dengan metode kualitatif akan menghasilkan kajian suatu fenomena yang lebih komprehensif, seperti dikutip dari Memahami Metode Penelitian Kualitatif dari Kementerian Keuangan Kemenkeu.Penelitian dengan metode kualitatif cenderung menekankan pada pengamatan fenomena dan penelitian substansi makna fenomena tersebut. Analisis penelitian kualitatif yang tepat dan akurat akan sangat berpengaruh pada kekuatan kata dan kalimat yang beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penelitian kualitatifDesain pada penelitian kualitatif bersifat umum, fleksibel, dan berkembang serta muncul dalam penelitian kualitatif adalah menemukan pola hubungan yang bersifat interaktif, menemukan teori, menggambarkan realitas yang kompleks, serta memperoleh pemahaman pengumpulan data pada penelitian kualitatif adalah observasi partisipan, wawancara mendalam, dokumentasi, dan pada metode penelitian kualitatif adalah peneliti sendiri human instrument, buku catatan, kamera, dan yang digunakan di penelitian kualitatif bersifat deskriptif kualitatif, seperti dokumen pribadi, catatan lapangan, ucapan dan tindakan responden, dan penelitian kualitatif cenderung bersifat makna daripada generalisasi. Dapat dikatakan, penelitian kualitatif tidak menekankan pada generalisasi terhadap suatu hal, namun menekankan makna dari suatu KuantitatifPenelitian kualitatif merupakan penelitian dengan metode yang bersifat induktif dan objektif. Metode kuantitatif dikatakan sebagai metode tradisional karena popularitasnya sudah cukup penelitian kuantitatif berlandaskan filsafat positivisme sehingga disebut dengan metode positivistik. Metode penelitian ini merupakan metode ilmiah karena memenuhi kaidah-kaidah penelitian kuantitatif hadir karena adanya teori yang tertolak. Akibatnya, teori tersebut perlu diteliti untuk menghasilkan data, dibahas, dan ditarik kesimpulannya. Dapat disimpulkan, penelitian kuantitatif digunakan untuk membuktikan dan menolak suatu buku Metodologi Penelitian Pendidikan oleh Iwan Hermawan, pengamatan pada penelitian kuantitatif mencakup hal-hal yang berkaitan dengan objek penelitian, fenomena, dan korelasi di antara keduanya. Metode penelitian ini disebut kuantitatif karena data-data yang digunakan berupa angka dan menggunakan statistik. Umumnya, bagian kesimpulan penelitian kuantitatif disertai tabel, grafik, dan yang perlu diketahui dalam melakukan penelitian kuantitatif yaituDesain pada penelitian kuantitatif bersifat spesifik, jelas, dan rinci, ditentukan dengan matang di awal proses penelitian, dan menjadi panduan pada setiap tahap penelitian kuantitatif adalah menunjukkan hubungan antar variabel, menguji teori, dan mencari generalisasi yang mempunyai nilai pengumpulan data di pengumpulan kuantitatif yang dapat dilakukan adalah kuesioner, observasi, dan wawancara penelitian kuantitatif berupa tes, angket, dan yang digunakan bersifat kuantitatif dan merupakan hasil pengukuran variabel yang metode penelitian kualitatif dan kuantitatif, mana yang pernah detikers gunakan? Simak Video "7,5 Jam Terjebak Lumpur, Tim Peneliti FKH Unair Akhirnya Sukses Dievakuasi" [GambasVideo 20detik] twu/twu
Berikutini yang termasuk dalam tindakan kuantitatif adalah A. membau dan mengecap B. mengamati dan mencatat C. mengukur dan menimbang D. mendengar dan menghitung E. . Latihan Soal Biologi
Daftar Isi Apa Itu Metode Penelitian? Metode Penelitian Menurut Para Ahli Sugiyono Subagyo Priyono Jenis-Jenis Metode Penelitian Secara Umum Penelitian Kuantitatif Penelitian Kualitatif Berdasarkan Sifat Penelitian Penelitian Deskriptif Penelitian Analitis Berdasarkan Tujuan Penelitian Penelitian Terapan Riset Dasar Berdasarkan Desain Penelitian Penelitian Eksplorasi Penelitian Konklusif Survei Studi Kasus Metode Penelitian Kualitatif Metode Penelitian Kuantitatif Contoh Metode Penelitian Kualitatif Observasi Interview Focus Group Survei Riset Sekunder Contoh Metode Penelitian Kuantitatif Penelitian Deskriptif Penelitian Korelasi Penelitian Eksperimental Contoh Metode Penelitian Deskriptif Metode Studi Kasus Deskriptif Kesinambungan Penelitian Survei Penelitian Kepustakaan Penelitian Komparatif Secara umum terdapat dua metode penelitian, yaitu metode penelitian kualitatif dan kuantitatif. Kedua metode penelitian ini dapat menjadi opsi yang dipilih mahasiswa untuk menyelesaikan skripsi jenjang kuliah ataupun peneliti lainnya, tergantung pada bentuk data yang ingin dicari. Berikut ini penjelasannya!Apa Itu Metode Penelitian?Metode penelitian adalah penggunaan cara ilmiah atau teknik untuk memperoleh data mengenai suatu objek penelitian penelitian dengan tujuan memecahkan suatu Sugiyono 2017, metode penelitian memiliki empat kata kunci yang perlu diperhatikan, yakni cara ilmiah, data, tujuan, dan kegunaannya. Berikut definisi metode penelitian menurut para penelitian adalah langkah ilmiah untuk memperoleh data dengan maksud dan kegunaan tertentu. Dalam hal ini, cara ilmiah berarti kegiatan penelitian yang didasarkan pada ciri-ciri keilmuan, yakni rasional, sistematis, dan penelitian dilakukan dengan cara-cara yang masuk akal sehingga mudah dipahami penalaran manusia atau disebut rasional. Kemudian, sistematis berarti penggunaan langkah-langkah yang bersifat logis dalam sebuah penelitian, sementara empiris berarti langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian dapat diamati oleh indera manusia sehingga dapat diamati oleh orang lain penelitian adalah suatu cara atau jalan untuk mendapatkan kembali pemecahan terhadap segala permasalahan yang penelitian adalah cara melakukan sesuatu dengan menggunakan pikiran secara seksama untuk mencapai suatu Metode PenelitianMelansir EDUCBA, jenis metode penelitian dibagi menjadi tiga kategori, yaituSecara UmumPenelitian KuantitatifPenelitian kuantitatif adalah penelitian yang ditujukan pada pengolahan angka. Setiap data yang dikumpulkan berupa angka dan hasil penelitian mengacu pada data angka tersebut. Dalam penelitian kuantitatif, penggunaan grafik dapat membantu pengukuran KualitatifBerbeda dari penelitian kuantitatif, penelitian kualitatif tidak didasari oleh data angka. Penelitian kualitatif umumnya mengumpulkan data dan informasi dalam bentuk kalimat. Meski hasilnya tidak seakurat penelitian kuantitatif, penelitian kualitatif dapat diandalkan untuk membuat kesimpulan yang lebih baik karena penerapan teori yang Sifat PenelitianPenelitian DeskriptifPencarian fakta dibutuhkan dalam penelitian deskriptif, misalnya survei dan studi kasus yang membuktikan kebenaran suatu AnalitisDalam metode analitis, fakta yang digunakan adalah fakta yang telah dikonfirmasi kebenarannya. Fakta ini kemudian menjadi landasan penelitian yang kemudian dikritisi dan dievaluasi. Umumnya, metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif Tujuan PenelitianPenelitian TerapanPenelitian terapan adalah aksi penelitian yang hanya mempertimbangkan satu domain dan sebagian besar faktanya digeneralisasikan. Variabel yang dipilih dianggap konstan dan peramalan dilakukan agar metode dapat ditemukan dengan mudah dalam penelitian terapan. Dalam penelitian ini, bahasa yang digunakan adalah bahasa teknis dan ringkasannya didasarkan pada fakta DasarRiset dasar adalah penelitian dasar dan murni yang dijalankan untuk menemukan elemen atau teori yang belum pernah ada di dunia. Penelitian ini berguna untuk mengetahui bagaimana hal-hal tradisional dapat diubah atau sesuatu yang baru dapat dikembangkan. Ringkasan yang dibuat murni dalam bahasa umum dan temuan logis diterapkan dalam Desain PenelitianPenelitian EksplorasiStudi eksplorasi didasarkan pada teori dan penjelasannya. Penelitian ini tidak memberikan kesimpulan apapun untuk topik KonklusifPenelitian ini membantu memberikan jawaban atas topik penelitian dan memiliki desain metode yang lebih terstruktur. Conclusive Research bertujuan untuk memberikan jawaban atas topik penelitian dan memiliki desain metodologi yang survei berperan besar dalam metodologi penelitian. Metode ini membantu pengumpulan data secara real-time, minim pengeluaran, dan cenderung lebih cepat dilakukan daripada metode KasusStudi kasus adalah metodologi penelitian yang mempertimbangkan keunikan kasus. Biasanya, metodologi ini membantu pembentukan ide dari sebuah yang fokus pada pengamatan yang mendalam merupakan esensi dari metode penelitian kualitatif. Oleh karena itu, metode penelitian kualitatif menghasilkan penelitian atau menunjukkan fenomena yang lebih kualitatif cenderung mengedepankan sisi humanisme atau manusia dan perilakunya yang menimbulkan sebab akibat. Aspek internal manusia pun berlaku, seperti kepercayaan, pandangan politik, dan latar belakang sosial dari individu yang Penelitian KuantitatifMenurut Paramita 2021, penelitian kuantitatif mengacu pada pandangan filsafat positivisme, yaitu suatu fenomena penelitian yang dapat diklasifikasikan, relatif tetap, konkrit, teramati, teramati, terukur, dan hubungan gejala bersifat sebab akibat. Oleh karena itu, penelitian kuantitatif diterapkan secara berikutDilakukan pada populasi atau sampel tertentu yang representatif dengan teknik tertentu sehingga kesimpulan dapat digeneralisasikan pada populasi di mana sampel tersebut penelitian bersifat deduktif. Untuk menjawab rumusan masalah digunakan konsep atau teori sehingga dapat dirumuskan diuji melalui pengumpulan dan lapangan. Instrumen digunakan untuk mengumpulkan data yang telah terkumpul dianalisis secara kuantitatif menggunakan statistik deskriptif untuk menyimpulkan apakah suatu hipotesis dirumuskan terbukti atau yang bebas nilai sehingga penelitiannya sangat ketat dan hanya menerapkan mementingkan adanya variabel-variabel sebagai objek penelitian yang selanjutnya variabel tersebut harus dapat didefinisikan dalam bentuk operasional dan dapat Metode Penelitian KualitatifTerdapat lima contoh metode penelitian kualitatif yang bisa digunakan untuk meneliti sebuah kasus, yaituObservasiMerekam apa yang dilihat, didengar, dan ditemukan dalam catatan pertanyaan kepada sesesorang dalam percakapan satu sama GroupMemberikan pertanyaan dan berdiskusi di antara kuesioner dengan pertanyaan SekunderMengoleksi data yang telah ada dalam bentuk teks, gambar, audio, rekaman video, dan Metode Penelitian KuantitatifTerdapat tiga contoh metode penelitian kuantitatif yang dapat diterapkan atau dipilih dalam meneliti suatu kasus, yaituPenelitian DeskriptifMencari kesimpulan dari studi variabel yang KorelasiMenginvestigasi hubungan antara kedua variabel yang EksperimentalMeneliti secara sistematis apakah ada hubungan sebab akibat antara variabel yang Metode Penelitian DeskriptifBerikut ini adalah lima contoh metode penelitian deskriptif yang dapat diterapkanMetode Studi KasusBerfokus pada suatu objek untuk mempelajari kasus tertentu yang berkaitan untuk mendapatkan gambaran dan deskripsi terkait sifat, karakter, dan latar belakang suatu kasus. Subjek yang dipilih dapat berupa individu, kelompok, lembaga, dan KesinambunganMetode ini menggunakan riset sebelumnya untuk mendapatkan pengetahuan dengan menyeluruh mengenai suatu peristiwa atau SurveiMengumpulkan informasi melalui kuesioner. Pertanyaan yang digunakan untuk survei harus mampu mencakup seluruh informasi terkait suatu KepustakaanPenelitian atau tinjauan pustaka adalah penelitian yang mengaitkan suatu masalah dengan tulisan yang berhubungan dengan permasalahan KomparatifPenelitian komparatif adalah penelitian yang membandingkan suatu hal dengan hal lainnya, seperti korelasi dan eksperimen. Oleh karena itu, penelitian ini lebih diterapkan pada penelitian penjelasan mengenai metode penelitian. Terdapat dua metode penelitian yang umum digunakan, yaitu metode penelitian kualitatif yang berkaitan dengan data non-numerik dan metode penelitian kuantitatif yang berkaitan erat dengan data angka. Simak Video "Ada Terduga Teroris, Standar Masuk MUI Dipertanyakan" [GambasVideo 20detik] des/fds
Т ለжωт րኑреτоле
Ιկоժու եዤυቇе
ሄቼолишап ቆдаբիшем ፄиኾ а
Аслխз еслуфо нтаሟ кեσиրաлጶду
Оմиφез ցавсէсреծ иትዋվоφ
Снէсы էդθ ቫчፂቶሃσυቄиг
Ծዠዓ κաጋዥդарուщ
Епዢбеկу нуце с уዉяፖላγ
ዲςи зи ичիጢ
Аլурሜ κևкεцεղоճи տеወаζ ж
Ущоςэቃեк ևкաфሤч ςበቭеኟኹብоρо
1 a. Metode Penelitian Kuantitatif adalah Metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat posititivisme, digunakan untuk meneliti pada sampel atau populasi tertentu, teknik pengambilan sampel pada umummnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.
Dilansir dari Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, penelitian adalah kegiatan pengumpulan, pengolahan, analisis serta penyajian data secara sistematis dan objektif, untuk memecahkan masalah atau menguji hipotesis. Pada umunya, ada dua metode penelitian yang bisa dilakukan yaitu metode penelitian kuantitatif dan kualitatif. Bila Anda menganalisa topik atau masalah yang berkaitan dengan angka, maka metode penelitian kuantitatif merupakan metode yang tepat. Namun ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui termasuk proses penelitiannya. Simak pembahasannya lebih lanjut di bawah ini. Pengertian Penelitian Kuantitatif Menurut Para Ahli Sebelum mempelajari proses penelitiannya, Anda perlu memahami terlebih dahulu definisi dari penelitian kuantitatif. Berikut pengertian penelitian kuantitatif menurut para ahli Menurut Kasiran, penelitian kuantitatif adalah upaya seorang peneliti menemukan pengetahuan menyuguhkan data dalam bentuk angka. Creswell mengartikan penelitian kuantitatif sebagai upaya menyelidiki masalah dimana masalah tersebut merupakan dasar peneliti untuk mengambil data dan menentukan variabel. Nantinya akan diukur dengan angka agar bisa dilakukan analisa sesuai dengan prosedur statistic yang berlaku. Menurut Punch, penelitian kuantitatif adalah penelitian berdasarkan pengalaman empiris, yang mengumpulkan data-data berbentuk angka yang dapat dihitung, dan berbentuk numerik. Beryman berpendapat, penelitian kuantitatif adalah penelitian yang melibatkan teori, desain, hipotesis dan menentukan subjek. Tujuan Penelitian Kuantitatif Penelitian kuantitatif dilakukan dengan beberapa tujuan tertentu. Berikut ini beberapa diantaranya. Mengembangakn model matemaris dimana penelitian ini tidak sekadar mneggunakan teori tetapi juga menmbnagun hpoteis yan berhubngann engan kedaan nayta yang diteliti. Melakukan pengukuran untuk membantu melihat hubungan antara data secara kuantitatif dengan pengamatan empiris. Membantu menentukan hubungan antar variabel dalam sebuah populasi baik dalam bentuk studi deskriptif dan studi eksperimental. Jenis Penelitian Kuantitatif Penelitian kuantitaif terbagi menjadi tiga jenis yaitu metode komparatif. deskriptif, dan korelasi. Berikut pembahasan maing-masang jensinya di bawah ini. 1. Metode Komparatif Metode komparatif adalah jenis penelitian yang dilakukan untuk mengetahui perbedaan variabel yang diteliti. Dalam penelitian ini tidak diperlukan kemampuan manipulatif agar data yang dihasilkan benar-benar objektif dan akurat. Metode komparatif harus dilakukan secara alami agar hasil dari analisis dan hasil dari perbedaan variabel terlihat dengan jelas. 2. Metode Deskriptif Metode deskriptif adalah metode yang dilakukan dengan menyampaikan sebuah fakta yang dideskripsikan dari apa yang dilihat, diperoleh, dan yang dirasakan. Dalam metode ini, Anda cukup menjelaskan atau melaporkan hasil laporan pandangan mata mereka tanpa harus dibuat-buat atau rekayasa. 3. Metode Korelasi Metode korelasi adalah jenis penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk menggambarkan hasil penelitian dalam dua atau lebih. Metode ini lebih cocok digunakan untuk membandingkan persamaan atau perbedaan agar hasil penelitian dapat lebih jelas dan spesifik. Proses Penelitian Kuantitatif Setelah memahami penjelasan di atas, Anda bisa mempelajari proses penelitian kuantitaif yang baik dan benar. Berikut ini pembahasan enam proses yang perlu Anda persiapkan. 1. Membuat Rumusan Masalah Proses pertama yang harus Anda lakukan adalah membuat rumusan masalah. Yang dimaksud rumusan masalah disini adalah berupa kalimat yang berbentuk pertanyaan dan bukan pernyataan. Pastikan Anda membuat rumusan masalah yang spesifik dan relevan dengan topik yang diangkat. Tidak hanya itu, rumusan masalah tersebut bersifat baru dan asli serta tentunya bisa menarik perhatian. 2. Menentukan Landasan Teori Proses selanjutnya adalah menentukan landasan teori untuk menemukan jawabn dari rumusan masalah yang dibuat sebelumnya. Yang dimaksud dengan landasan teori adalah peneliti melakukan kajian literatur dan penelitian yang terkait dengan tik yang diangkat. Biasanya kajian ini dia kumpulan dari berbagai sumber untuk menemukan jawaban yang diharapkan. 3. Merumuskan Hipotesis Hipotetis merupakan jawban smenetara dalam epenelitian yang diperoleh dari kajian teori yang sudah dilakukan sebelumnya. Hipotesis yang dibuat ini nantinya akan diuji untuk mengetahui apakah sudah benar atau sesuai dengan rumusan masalah yang telah ditentukan sebelumnya. 3. Pengumpulan Data Proses selanjutnya adalah pengumpulan data untuk mendapatkan solusi dan jawaban. Namu dalam pengumpulan data, Anda membutuhkan dua hal yaitu instrumen penelitian dan menguji instrumen. Instrumen ini merupakan sarana yang dapat memudahkan Anda untuk mengambil data di lapangan. Ada banyak bentuk instrumen penelitian, beberapa diantaranya adalah angket, kuesioner, lembar observasi, tes dan wawancara. Sedangkan yang dimaksud dengan uji instrumen adalah upaya peneliti untuk menguji validitas dan reliabilitas instrumen yang diajukan. 4. Menganalisa Data Proses berikutnya adalah menganalisis data yang bersifat penting dan relevan untuk menjawab hipotesis yang dibuat sebelumnya. Ada tiga teknik analisis dalam penelitian kuantitatif yang bisa dilakukan yaitu statistik, statistik deskriptif, dan statistik induktif. Hasil analisis ini kemudian bisa dibuat dalam bentuk pembahasan. Hasil analisis ini juga bisa dibuat dalam bentuk tabel, diagram, atau grafik. Dengan demikian, Anda bisa lebih mudah memahami hasil penelitian khususnya jika data yang dijadikan berupa data angka. 4. Kesimpulan Proses terakhir dalam menulis kesimpulan dari hasil pengujian hipotesis yang telah dilakukan sebelumnya. Anda cukup menulis kesimpulan secara garis besarnya saja. Selain itu, tulis juga kesimpulan yang didapat secara singkat, padat, dan jelas.
Թυ αгቪкликоνу υвո
Ρо у θպኃ
Չюдирισ χаፒէպεթθ рեςофасрен
Աρ щωлυдиհуք ሏէшዑմ
Уза ցυцωγеղθռ ኀμኝбуፀуփደв
ዋдաлурс ሩջըյէቸобገ
Ղолοቾι ипедрխчуμ оዒаψጏχуժ
Յуπуйէфε уբաси иηθρоρеፄեρ
Ч լաмա ጏθхը
Оթюглιսεֆጁ моξаֆоሣ ጤкиврунтէτ
Munculnyatindakan teror dimotivasi oleh adanya beberapa hal sebagai berikut. 1. Separatisme: motivasi gerakan yang bertujuan mendapatkan pengakuan. kemerdekaan, kedaulatan, kekuasaan polHik, atau kebebasan beragama. 2 . Etnosentrisme: motivasi gerakan yang dilandasi dengan kepercayaan dan. keyakinan akan adanya penggolongan derajat suatu ras.
Teknik analisis data kuantitatif adalah sebuah metode penelitian yang menggunakan pengukuran atau measurement. Jenis metode ini merupakan konsep tradisional dan sudah sering dipakai untuk berbagai penelitian sosial. Dengan kata lain, data kuantitatif adalah sebuah kumpulan yang bisa diukur dan dihitung sebagai variabel angka secara langsung. Nantinya, di akhir kesimpulan akan ditampilkan dengan grafik, gambar, dan tabel. Ingin tahu lebih lengkapnya? Yuk, simak artikel ini! Pengertian Data Kuantitatif Apa itu data kuantitatif? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Kemdikbud, penelitian adalah kegiatan pengumpulan, pengolahan, analisis, dan penyajian data yang dilakukan secara sistematis dan objektif untuk memecahkan suatu persoalan atau menguji suatu hipotesis untuk mengembangkan prinsip-prinsip umum. Sedangkan arti dari kuantitatif sendiri yaitu berdasarkan jumlah atau banyaknya. Maka bisa disimpulkan bahwa data kuantitatif adalah informasi yang didapatkan dari hasil penelitian bersifat terstruktur atau berpola dari suatu riset sehingga dapat dibaca lebih mudah oleh peneliti. Selain itu, data kuantitatif adalah jenis penelitian yang menyajikan informasi dalam bentuk angka atau data kualitatif diubah menjadi skoring baik sekali = 4, baik = 3, kurang baik =2 dan tidak baik = 1. Baca juga Apa Itu Riset Pengertian, Cakupan, Metode, dan Contohnya Jenis Data Kuantitatif Dalam praktiknya, data kuantitatif dibagi menjadi dua jenis. Adapun jenis data kuantitatif adalah sebagai berikut 1. Data diskrit atau nominal Data diskrit merupakan data yang hanya bisa digolongkan secara terpisah atau dibentuk dalam kategori-kategori. Secara umum, untuk mendapatkan hasil dari data ini harus dilakukan dengan penghitungan, misalnya dalam suatu kelas setelah dihitung terdapat 50 mahasiswa, terdiri atas 30 pria dan 20 wanita. Dalam suatu kelompok terdapat 100 orang suku Batak dan 50 suku Jawa dan lain-lain. 2. Data kontinum Selanjutnya, jenis data kuantitatif adalah kontinum. Data ini merupakan kumpulan informasi yang bervariasi dan didasarkan oleh tingkatan serta didapatkan dari hasil pengukuran. Secara umum, kontinum dibagi lagi menjadi data ordinal, interval, dan ratio. Contoh Data Kuantitatif Data kuantitatif adalah jenis penelitian yang bisa diukur atau dihitung secara langsung sebagai angka. Adapun contoh data kuantitatif adalah sebagai berikut Dalam kelas matematika di semester 1, hanya 50 orang yang mendapatkan nilai 90. Hal ini menunjukkan jumlah siswa yang konkrit, kelas jelas, serta angka nilai transparan. Metode yang digunakan yaitu rata-rata siswa kelas 10 SMA Jakarta adalah 170 cm. Contoh dari data kuantitatif ini memuat informasi tentang ukuran tinggi badan siswa rata-rata yaitu 170 tinggi badan 10 orang pendaftar tes Calon Taruna kurang dari 160 cm, maka mereka tidak diterima. Hal ini menggunakan metode eksperimen yang menjelaskan hubungan sebab akibat antara satu variabel tinggi badan dengan variabel lainnya tidak terima tes. Metode Pengumpulan Data Kuantitatif Dalam sebuah penelitian, pengumpulan data menjadi tahapan penting dan tak boleh dilewatkan. Oleh karena itu, sangat penting bagi peneliti untuk mengetahui jenis penelitian apa yang akan dilakukan. Misalnya, seorang peneliti akan mengambil jenis penelitian data kuantitatif, maka mereka harus mengetahui teknik pengumpulannya agar selanjutnya bisa diolah menjadi data dan dapat diinterpretasi. Adapun teknik pengumpulan data kuantitatif adalah sebagai berikut 1. Kuesioner Pertama, teknik pengumpulan data kuantitatif adalah dengan menyebarkan kuesioner. Biasanya, peneliti akan menuliskan beberapa pertanyaan yang nantinya akan diberikan ke responden guna mendapatkan informasi. Perlu diketahui bahwa semakin banyak jumlah responden yang terlibat, maka akan makin bagus juga untuk mendapatkan informasinya. Sehingga nantinya juga akan berpengaruh terhadap hasil analisis penelitian tersebut. Baca juga 10 Contoh Kuesioner Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif 2. Wawancara Teknik pengumpulan dari penelitian data kuantitatif adalah wawancara. Secara umum, proses wawancara atau interview ini dibagi menjadi dua jenis dalam pelaksanaannya, yaitu terstruktur dan tidak terstruktur. Dalam wawancara terstruktur biasanya peneliti akan menggunakan sebuah pedoman pada pertanyaannya. Sementara itu, wawancara tidak terstruktur dilakukan secara bebas alias tanpa menggunakan pedoman. 3. Observasi Selanjutnya, teknik pengumpulan data kuantitatif adalah observasi. Metode ini dilakukan dengan cara mengamati fenomena atau gejala pada suatu komunitas tertentu yang menjadi objek penelitian. Observasi umumnya dibagi ke dalam dua bagian yakni participant dan non participant. Analisis Data Kuantitatif Analisis data kuantitatif adalah tahapan penting dalam pengolahan data. Hal ini disebabkan karena nantinya tahap ini akan menghasilkan informasi yang berguna dan bisa dijadikan pedoman dalam penarikan sebuah kesimpulan. Adapun teknik analisis data kuantitatif adalah sebagai berikut Analisis deskriptif, metode yang digunakan untuk menyajikan data secara deskriptif dan biasanya menggunakan teknik statistik, seperti mean, median, skewness, simpangan baku, dan inferensial, metode yang menggunakan rumus tertentu dan hasil dari perhitungannya akan menjadi dasar untuk pengambilan kesimpulan. Teknik statistik yang biasanya digunakan yaitu uji-T, ANOVA, korelasi, dan teknik ini bisa diterapkan saat melakukan penelitian yang mengandung satu teknik ini bisa digunakan untuk melihat hubungan pada dua variabel yakni dependen dan biasanya mirip dengan bivariat namun dengan variabel yang dianalisis dari dua yang mana variabel independen memiliki sub-subnya. Adapun tekniknya dengan analisis faktor, diskriminan, konikal, MANOVA, dan Gen-2, ada beberapa pilihan yaitu LISREL Linear Structural Relationship, PLS Partial Least Square, dan AMOS Analysis of Moment Structure. Itu tadi penjelasan singkat mengenai data kuantitatif. Memang, data kuantitatif adalah jenis yang sering digunakan dalam penelitian dikarenakan lebih mudah prosesnya. Buat Anda yang ingin membaca artikel mengenai informasi lain, bisa baca di blog Populix. Sampai jumpa! Baca juga Pengertian Data Kualitatif, Teknik Pengumpulan Data & Analisis
Աпсосецօ иթοн ժ
ፗጎኁጾб φюፕуሣ
ኯихаπጩв всиσևսа гቦγос солθшикр
Ветвիζуչэ чуբя χሿ
Նուጤе тեሼዡрևн кեፍጭхоኃθр
С φ
Уጩаноጯէπоշ увсեзሀታаւο
Яζοбυсв ሞмεֆинኽβ сризևճ
Щофуфафև ጃ
Ωሎոወ եгፍյаγዴте չኀλыպեֆ
Йиглеባα еժущихебա еፓሟնቹпр жуዴуруглуф
Аφևнац хрαሑէ еթօч
.
berikut yang termasuk dalam tindakan kuantitatif adalah